Jumat, 19 Oktober 2018

PENGANTAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN

SILABUS

                        Mata Kuliah                   :  Pengantar Psikologi
Kode Mata Kuliah        
Bobot                            :  2 SKS
Dosen                           :  
Program Studi                :  Pendidikan Agama Islam
Waktu Perkuliahan         :  Semester Ganjil (1)                

A.  Dekripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menyajikan pembahasan tentang  analisis psikologi terhadap kemampuan dasar manusia, dinamika perilaku individu , konsep perkembangan, konsep kepribadian, konsep belajar serta aplikasinya dalam memahami tingkah laku individu.

B.  Pengalaman Belajar
Proses perkuliahan dikembangkan dalam bentuk komunikasi dua arah dosen-mahasiswa melalui kegiatan caramah, tanya jawab, diskusi kelas. Untuk menunjang pemahaman siswa terhadap mataeri perkuliahan, mahasiswa diminta untuk mencari infromasi terbaru, baik melalui buku teks, jurnal, maupun artikel.

C.  Evaluasi Hasil Belajar
Komponen evaluasi perkuliahan meliputi; nilai ujian tengah semester, ujian akhir semester, partisipasi kegiatan kelas, presensi, serta pembuatan dan penyajian makalah.

D.  Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan

1. Orientasi perkuliahan, kegiatan ini berisi diskusi tentang tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, sistem penugasan, sistem penilaian dan dalam batas tertentu mengakomodasi masukan dari mahasiswa untuk perbaikan silabus.

2. Konsep dasar psikologi, (a) Pengertian psikologi, menurut asal  katanya  psikologi  berasal dari bahasa Yunani yaitu Psyche dan LogosPsyche berarti jiwa, sukma dan roh, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan  atau studi. Jadi pengertian psikologi secara harfiah adalah ilmu tentang jiwa. Woodwoth dan Marquis mengemukakan “psychology is the scientific study of the individual activities in relation to environment”. Istilah psikologi digunakan pertama kali oleh seorang ahli berkebangsan Jerman yang bernama Philip Melancchton pada tahun 1530, (b) Psikologi sebagai ilmu,  Istilah psikologi sebagai ilmu jiwa tidak digunakan lagi sejak tahun 1878 yang dipelapori oleh J.B Watson sebagai ilmu yang mempelajari perilaku karena ilmu pengetahuan menghendaki objeknya dapat diamati, dicatat dan diukur, jiwa dipandang terlalu abstrak, dan jiwa hanyalah salah satu aspek kehidupan individu. Psikologi dapat disebut sebagai ilmu  yang mandiri karena memenuhi syara berikut: 1) secara sistematis psikologi dipelajari melalui penelitian-penelitian ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah, 2) memiliki struktur kelimuan yang jelas, 3) memiliki objek formal dan material, 4) menggunakan metode ilmiah seperti eksperimen, observasi, case historytest and measurement, 4) memliki terminologi khusus seperti bakat, motivasi, inteligensi, kepribadian, dan 5) dapat diaplikasikan dalam berbagai adegan kehidupan. (c)  Kaitan psikologi dengan ilmu lain, psikologi dalam perkembangannya banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu lain misalnya filsafat, sosologi, fisiologi, antrpologi, biologi. Pengaruh ilmu tersebut terhadap psikologi dapat dalam bentuk landasan epistimologi dan  metode yang digunakan. sumbangan Psikologi terhadap pendidikan dan bimbingan-konseling, subjek dan objek pendidikan adalah manusia (individu) psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu dalam proses pendidikan dan bagaimana membantu individu agar dapat berkembang optimal melalui layanan bimbingan dan konseling

3. Sejarah singkat psikologi, sejak zaman filsuf-filsuf besar seperti Socrates (469-399 SM) telah berkembang filsafat mental yang membahas secara jelas persoalan “jiwaraga”. Rene Descartes (1596-1650) mengemukakan bahwa manusia memiliki dimensi jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan. Pada awal abad XIX psikologi mengalami kemajuan yang cukup pesat, Gustaf Tehodore Fechner (1801-1650) dan Ernest Heinrich Weber (1795-1878) menemukan suatu hukum penginderaan melalaui eksperimen yang dipublikasikan pada tahun 1860 dalam buku Element of Pschology. Puncaknya adalah ketika Wilhem Wund (1832-1920) pada tahun 1979 mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig Jerman dan peristiwa ini menandai psikologi sebagai ilmu mandiri.Tahun 1883 berdiri laboratorium serupa di Uiversitas John Hopkins. Tahun 1890 terbit buku The Priciples of Psychology karangan William James (1842-1910) yang setahun kemudian menjadi profesro psikologi dan sejak itu hampir semua universitas di Amerika memiliki fakultas yang mandiri. Di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953 yang dipelopori oleh Slamet Iman Santoso dengan mendirikan lembaga pendidikan psikologi pertama yang mandiri dan pada tahun 1960 lembaga tersebut sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia dan kemudian dikembangkan di UNPAD dan UGM. Belakangan ini kemajuan psikologi semakin pesat, ini terbukti dengan bermunculannya tokoh-tokoh baru, misalnya BF Skinner (pendekatan behavioristik), Maslow (teori aktualisasi diri) Roger Wolcott (teori belahan otak), Albert Bandura (social learning teory), Daniel Goleman (kecerdasan emosi), Howard Gadner (multiple intelligences) dan sebagainya.

4. Konsep dasar perilaku, (a) pengertian perilaku, perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang paling dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan.(b) pandangan  tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu; 1) pendekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada   hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan syaraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem syaraf, 2) pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak dan perilaku dapat dibentuk dengan pembiasaan dan pengukuhan melalui pengkondisian stimulus, 3) pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi  mengolah stimulus menjadi perilaku baru, 4) pandangan psikoanalisis, menurut pandangan ini  perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari, dan  5) pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. Individu  mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warna pada lingkungan.

5. Jenis-jenis perilaku individu dan dinamikanya, 1) perilaku sadar, perilaku yang melalui kerja otak dan  pusat susunan syaraf, 2) perilaku tak sadar, perilaku yang spontan  atau instingtif, 3) perilaku  tampak dan tidak tampak, 4) perilaku sederhana dan kompleks, 5) perilaku kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor.  Mekanisme perilaku : (1) dalam pandangan behavioristik, mekanisme perilaku individu adalah :

               W ------  S ------- r -------- O ------- e -------- R ------- W

Keterangan:  W = world (lingkungan)               e = effector
                     S = stimulus                                          R = respon
                     R = receptor                                          W = lingkungan
                     O = organisme

(2) pandangan humanistik, menurut pandangan ini perilaku merupakan siklus dari 1) dorongan timbul, 2) aktivitas dilakukan, 3) tujuan dihayati,    dan  4) kebutuhan terpenuhi/rasa puas.

Dinamika perilaku individu, (a) pengamatan  adalah proses belajar mengenal segala sesuatu yang berada di lingkungan sekitar  dengan menggunakan  alat indera penglihatan,  pendengaran, pengecap dan pembau. (b) persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di otak atau pengertian individu tentang situasi atau pengalaman. Ciri umum dari persepsi adalah terkait dengan dimensi ruang dan waktu, terstruktur, menyeluruh dan penuh arti. Persepsi bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh perhatian selektif, cir-ciri rangsangan, nilai dan kebutuhan individu, dan pengalaman. (c) berfikir adalah aktivitas yang bersifat ideasional untuk menemukan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. Berpikir bertujuan untuk membentuk pengertian, membentuk pendapat, dan menarik kesimpulan. Proses Berfikir kreatif  terdiri dari  persiapan , inkubasi, iluminasi, verifikasi. Jenis berpikir ada 2 yaitu berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi.

7. Konsep  dasar motif dan motivasi, (a)  Motif adalah keadaan kompleks dalam diri individu yang mengarahkan perilakunya pada satu tujuan atau insentif, atau faktor penggerak perilaku, atau konstruk teoritik tentang terjadinya perilaku. Motif dapat dikelompokkan menjadi motif primer (dorongan fisiologis, dorongan umum) dan sekunder.  Woodwort dan Marquis mengelompokkan motif menjadi 3 yaitu motif organis, motif darurat, dan motif obyektif. Indikator motif  terdiri dari durasi, frekuensi, persistensi, devosi, ketabahan, aspirasi, kualifikasi prestasi, dan sikap. Upaya untuk meningkatkan motivasi di antaranya menciptakan situasi kompetisi yang sehat, membuat tujuan antara, menginformasikan tujuan dengan jelas, memberikan ganjaran, dan tersedianya kesempatan untuk sukses. (b) Konflik  terjadi ketika ada  2 atau lebih motif yang saling bertentangan sehingga individu berada dalam situasi pertentangan batin, kebingungan, dan keragu-raguan. Konflik dapat dibedakan menjadi 3 yaitu 1) approach-approach conflict, 2) avoidance-avoidance conflict, dan 3) approach-avoidance conflict. (c) frustrasi  adalah  suatu  keadaan  kecewa  dalam diri  individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya kepuasan atau tujuan, akibat adanya halangan atau rintangan dalam usaha mencapai tujuan. Sumber frustrasi menurut Sarlito Wirawan adalah lingkungan, pribadi, dan frustrasi konflik. Bentuk reaksi individu terhadap frustrasi adalah marah, bertindak secara eksplosif, introversi, merasa tidak berdaya, regresi, fiksasi, represi, pembentukan reaksi, rasionalisasi, proyeksi, kompensasi, dan sublimasi.

8. Konsep Perkembangan individu, (a) perkembangan adalah proses perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis, progresif, berkesinambungan, integratif baik fisik maupun mental, (b)  pertumbuhan adalah perubahan secara kuantitatif pada aspek jasmani yang terkait dengan perubahan ukuran, (c) kematangan  adalah titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan dan sebagai titik tolak dari kesiapan aspek tertentu menjalankan fungsinya. (c) perkembangan merupakan hasil pertumbuhan, kematangan dan belajar. Perkembangan menganut prinsip sebagai berikut; 1) perkembangan berlangsung sepanjang hayat, 2) ada perbedaan irama dan tempo perkembangan, 3) dalam batas tertentu perkembangan dapat dipercepat, 4) perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan, lingkungan, dan kematangan,  5) untuk aspek tertentu perkembangan wanita lebih cepat daripada pria, 6) individu yang normal mengalami semua fase perkembangan. (d) fase perkembangan secara umum adalah 1) masa pre natal, 2) masa bayi, 3) masa anak, 4) masa remaja, 5) masa dewasa, dan  6) masa tua, (e) aspek perkembangan terdiri dari perkembangan kognitif, sosial, bahasa, moral, emosi, fisik, dan penghayatan keagamaan.
9.  Konsep dasar kepribadian, (a) pengertian kepribadian, Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “personality”. Secara etimologis, kata personality berasal dari bahasa latin “persona” yang berarti topeng. Menurut  Gordon W Allport “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system, that determines his unique adjusment to his environment”, (b) faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah pembawaan dan pengalaman (umum dan khusus).
10. Konsep dasar belajar, (a) pengertian belajar, Cronbach mengartikan “learning is shown by an change individual behaviour as a result of experiences.  Belajar juga dapat diartiskan sebagai “proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru sebagai hasil dari pengalaman. Ciri perubahan perilaku hasil belajar adalah aktif, positif, dan berorientasi tujuan, (b) prinsip-prinsip belajar,beberapa prinsip belajar adalah 1) memiliki tujuan dan disadari, 2) adanya penerimaan informasi, 3) terjadinya proses internalisasi,  dan 4) perubahan bersifat relatif permanen, (c) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, faktor di luar individu yang mempengaruhi belajar adalah faktor non-sosial dan faktor sosial. Sedangkan faktor dalam diri individu yang mempengaruhi belajar adalah faktor fisiologis dan psikologis.

E.  Daftar Literatur
  • Atkinson, Rita  L, Pengantar Psikologi, jilid 1 & 2, Erlangga
  • Robert A. Baron. 1999. Psychology. Boston: Macmillan Publishing Company
  • Dimyati. 1990. Psikologi Suatu Pengantar. Yogyakarta: FIP IKIP.
  • Sumadi Suryabrata. 1982. Perkembangan Individu. Jakarta. CV Rajawali.
  • Linda L. Davidoff. 1981. Introduction to Psychology: Macmillan Publishing Company
  • Walgito. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
  • Sanapia Faisal dan Andi Mapiare. 1989. Dimensi-Dimensi Psikologi Sosial. Jakarta: CV. Rajawali
  • Prayitno. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: P2LPTK
  • Mar’at. 9182. Sikap Manusia Perubahan dan Pengukurannya. Indonesia: Galia
  • Dan buku- buku lain.

Kontrak belajar:
kehadiran                     : 10 %
makalah dan presentasi  : 20 %
UTS                            : 30 %
UAS                             : 40 %

Sabtu, 06 Oktober 2018

PSIKOLOGI ANAK USIA DINI


Perkembangan dan pertumbuhan seorang anak mempunyai beberapa masa penting yang tidak bisa di lewatkan begitu saja. Masa penting dalam perkembangan seorang anak adalah ketika ia masih berusia dini, yaitu ketika lahir hingga usianya mencapai balita.
Masa – masa tersebut seringkali disebut sebagai golden age, yaitu masa – masa dimana seorang anak sedang menyerap segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya dan yang ada di sekitarnya, dan semua yang diserapnya tersebut akan mempengaruhi perkembangan anak secara mental dan kepribadian.
Ada yang menyebut bahwa masa golden age anak adalah dari usia 0 – 5 th namun ada pula yang menyatakan bahwa masa emas pertumbuhan anak adalah dari usia 0-8 tahun. Usia dini adalah waktunya seorang anak mengalami perkembangan secara kognitif, fisik, sosial dan emosional. Menyaksikan seorang anak mengalami perkembangan motorik, kognitif, emosi, bahasa dan sosial adalah suatu hal yang menakjubkan bagi orangtua atau pengasuhnya.
Tentang Psikologi Perkembangan
Menyaksikan seorang anak mengalami perkembangan yang pesat seringkali membuat para orang tua takjub dan kewalahan, bahkan tidak bisa mengikuti secara detil perkembangan si anak. Studi tentang perkembangan manusia adalah sebuah materi yang kaya dan bervariasi.
Walaupun semua orang memiliki pengalaman sendiri mengenai perkembangannya, namun terkadang sulit untuk benar – benar memahami bagaimana tepatnya manusia tumbuh, berubah dan belajar. Membicarakan psikologi anak usia dini, juga tidak dapat dilepaskan dari kajian tentang kognitif, afektif dan psikomotorik yang diperlukan dalam psikologi pendidikan yang perlu diketahui orang tua dan guru.
Psikologi perkembangan adalah bagian dari cabang – cabang psikologi berupa suatu kajian yang dilakukan untuk memahami dan menjelaskan bagaimana manusia bertumbuh dan berubah di sepanjang garis hidupnya. Para peneliti menjelajah berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi, termasuk bagaimana susunan genetik dapat mempengaruhi perkembangan anak sebagaimana juga pengalaman berperan dalam hal tersebut.
Termasuk ke dalam psikologi perkembangan anak usia dini adalah perkembangan fisik, kognitif, bahasa, moral dan sosio- emosional. Sedangkan psikologi anak membahas tentang tumbuh kembang anak secara lebih spesifik.
Ruang Lingkup Perkembangan Anak Usia Dini
Terdapat beberapa ruang lingkup psikologi perkembangan anak usia dini , diantaranya:
A. Perkembangan Fisik Anak Usia Dini
Seiring dengan pertambahan usia anak, para orang tua biasanya menunggu dengan antusias mengenai perkembangan apa yang akan ditunjukkan anak, seperti misalnya kemampuan untuk duduk, berguling, atau tengkurap dan sebagainya.
Setiap kemajuan yang ditunjukkan anak merupakan bagian dari perkembangan fisik. Proses perkembangan anak biasanya terjadi secara berurutan, maka dari itu biasanya satu langkah kemajuan akan berlangsung lebih dulu sebelum yang lainnya.
Contoh, pada umumnya seorang anak akan belajar merangkak terlebih dulu sebelum ia bisa belajar untuk berjalan. Namun, tingkat pencapaian perkembangan ini akan bervariasi pada setiap anak. Bisa saja beberapa anak dapat lebih dulu berjalan dibandingkan teman – teman seusianya, sedangkan yang lainnya memerlukan waktu lebih banyak untuk bisa berjalan. Ada dua macam tipe perkembangan fisik anak usia dini:
a. Perkembangan Motorik
Sejalan dengan pertumbuhan seorang anak, maka kemampuan motoriknya juga akan bertambah matang. Anak akan menjadi semakin mampu melakukan gerakan – gerakan yang lebih kompleks. Terkadang, tingkat pertumbuhan motorik anak ini akan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua.
Biasanya, orang tua khawatir akan apakah sang anak mampu menunjukkan perkembangan sesuai dengan tahapan yang seharusnya dia lalui. Normalnya, hampir semua anak akan mampu berkembang sesuai tahapan yang biasa, kec uali memang ada suatu tanda – tanda yang menunjukkan sebaliknya. Dua tipe perkembangan motorik anak yaitu:
Motorik Kasar
Tipe ini termasuk ke dalam penggunaan otot yang lebih besar yaitu tangan dan kaki. Aktivitas yang memerlukan motorik kasar adalah berjalan, berlari, koordinasi dan keseimbangan. Ketika para ahli mengevaluasi kemampuan motorik kasar, aspek – aspek yang dilihat adalah kekuatan dan intensitas otot, kualitas gerakan, dan rentang pergerakan.
Motorik Halus
Aspek motorik halus termasuk otot – otot yang lebih kecil di jari tangan, jari kaki, mata, dan area lainnya. Pergerakan yang melibatkan motorik halus lebih rumit, seperti menggambar, menulis, meraih atau memegang benda, melempar, melambai, dan menangkap.
b. Pertumbuhan Fisik
Pada anak – anak, perkembangan fisik mengikuti suatu pola tertentu:
·         Otot besar berkembang sebelum otot yang lebih kecil. Otot di bagian pusat tubuh, lengan dan kaki berkembang lebih dulu sebelum otot yang terletak di jari dan tangan. Anak – anak belajar untuk menguasai kegiatan yang menggunakan motorik kasar lebih dulu sebelum dapat menguasai gerakan yang menggunakan fungsi motorik halus.
·         Bagian tengah tubuh berkembang sebelum area lainnya. Otot – otot yang bertempat di bagian tengah tubuh menjadi semakin kuat dan berkembang lebih awal daripada otot – otot yang berada di kaki dan tangan.
·         Perkembangan mulai dari atas ke bawah dan sebaliknya. Inilah sebabnya seorang bayi terlebih dulu belajar untuk mengangkat kepalanya sebelum ia bisa belajar berjalan, karena perkembangan otot pada anak terjadi mulai dari kepala lebih dulu, kemudian ke kaki.
B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
Tahap selanjutnya pada psikologi perkembangan anak usia dini adalah perkembangan kognitifnya. Usia dini bukan hanya waktu untuk perkembangan fisik, tetapi juga waktu untuk anak mengembangkan kemampuan kognitifnya. Termasuk dalam perkembangan kognitif yaitu memori, pemecahan masalah, kemampuan berpikir, dan penalaran yang akan muncul selama masa kanak  – kanak dan berkembang. Ada beberapa tahap perkembangan kognitif anak yaitu:
·         Tahap Sensorimotor
Tahap ini berada pada periode selama usia anak 0-2 tahun, ketika pengetahuan anak tentang dunianya dan lingkungannya masih terbatas melalui penerimaan indera dan geraknya. Tingkah laku anak terbatas pada respons motorik sederhana berdasarkan rangsangan sensoriknya. Misal, gerak refleks, mengembangkan cara dan kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menarik minatnya, dan lain – lain.
·         Tahap Pra Operasional
Tahap ini berada pada usia anak 2-6 tahun ketika anak sudah mulai belajar untuk menggunakan bahasa. Saat ini anak belum mengerti tentang logika, belum dapat memanipulasi informasi secara mental dan belum mampu mengambil sudut pandang orang lain tentang suatu masalah.
·         Tahap Konkret Operasional
Suatu tahap saat anak berusia 7 -11 tahun ketika ia sudah mulai mengerti cara berpikir rasional. Anak sudah bisa melakukan tugas seperti menyusun, membagi, melipat, memisahkan, menggabungkan, dan menderetkan. Walaupun sudah mulai dapat berpikir secara logis, namun anak masih mendapatkan kesulitan untuk berpikir secara abstrak.
·         Tahap Formal Operasional
Periode yang berada saat usia anak memasuki 12 tahun hingga dewasa. Anak sudah mulai dapat berpikir secara hipotetis, yaitu menggunakan kemampuan hipotesis secara relevan untuk memecahkan berbagai masalah. Anak juga sudah mampu menampung berbagai hal yang sifatnya abstrak, seperti pelajaran matematika dan lain – lain. Pada tahap ini juga ada kajian tentang psikologi remaja.
C. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Sepertinya tidak ada yang lebih menakjubkan orang tua daripada menyaksikan buah hatinya berkembang dari hanya mampu mengucapkan satu – dua patah kata hingga menjadi kalimat lengkap dalam waktu singkat. Tahap perkembangan bahasa pada anak yaitu:
Tahap Pra Lingual
Tahap ini terjadi ketika anak berusia 0-1 tahun. Pada tahap ini anak berkomunikasi dengan mengoceh kepada orang tuanya atau orang terdekatnya. Anak menerima stimulus dari luar dengan pasif, namun akan dapat menunjukkan respon yang berbeda pada tiap orang. Misal, anak akan tersenyum kepada ayah atau ibunya, tetapi bisa juga menangis ketika didekati orang yang belum ia kenal.
Tahap Lingual
Tahap Diferensiasi


D. Perkembangan Sosio – Emosional Anak Usia Dini
Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan tahap yang sangat penting bagi anak. Tahap ini juga bersinggungan dengan kajian psikologi sosial. Perkembangan ini akan dipengaruhi juga oleh kedekatan atau interaksi anak dengan orang tuanya, sehingga menentukan kemandirian anak dan pembentukan karakter anak yang positif kelak. Kecerdasan emosional dalam psikologi penting untuk dipelajari. Bila anak mengembangkan kemampuan sosio emosionalnya dengan baik, ia juga akan memiliki kecerdasan interpersonal dan  yang membuatnya mudah berbaur dalam masyarakat.
Interaksi sosial anak melingkupi keluarga, rumah, sekolah dan masyarakat. Ahli Psikoanalis Erik Erikson yang mengemukakan teori psikososial Erikson berpendapat bahwa dalam setiap tahap kehidupannya, manusia akan selalu mengalami konflik yang berbeda. Lingkungan dan pengalaman akan menentukan apakah seseorang akan mengembangkan karakter yang positif atau negatif sebagai hasil dari pengalamannya terhadap berbagai konflik tersebut.
Perkembangan Moral Anak Usia Dini
Ketika mempelajari psikologi kepribadian atau teori psikologi kepribadian, akan ditemukan bahwa anak – anak dapat berkembang memiliki beragam kepribadian, salah satunya kepribadian ambivert. Semuanya didasari dengan nilai – nilai moral yang mereka pelajari sejak kecil.
Secara moral, anak hanya akan memahami bahwa larangan atau hukuman yang mereka terima disebabkan karena apa yang dilakukannya bisa membuat orang lain atau dirinya sendiri dalam kesulitan. Anak usia dini masih memiliki peraturan sendiri dan tidak paham apa yang dilakukannya itu benar atau salah.
Kebanyakan orang baru bisa mempelajari nilai moral yang sesungguhnya pada usia pertengahan kedewasaan, karena itu mempelajari perilaku yang baik merupakan salah satu bagian dari tugas perkembangan psikologi anak usia dini.
Sangat penting bagi orang tua dan guru untuk memahami perkembangan psikologi anak terutama sejak usia dini, karena pada masa emas ini anak akan mulai sensitif terhadap berbagai rangsangan yang diterimanya dan akan menumbuhkan tingkat kepekaan berbeda sejalan dengan pertumbuhannya.
Ada beberapa tipe kepribadian manusia, yang semuanya dapat dihasilkan dari pembentukan karakter sejak usia dini. Pengaruhnya terhadap kehidupan anak kelak akan sangat besar, dan tidak dapat terulang untuk kedua kalinya. Karena itulah sangat dianjurkan agar orang tua atau guru dapat lebih kritis terhadap setiap tahap perkembangan anak.