Rabu, 28 Februari 2018

MANAJEMEN PENDIDIKAN

2.1.Pengertian Manajemen Pendidikan

 ???

2.1.1.       Definisi Manajemen
Menurut asal katanya, Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
2.1.2.       Definisi Pendidikan
Dalam UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prtensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
Menurut M.J. Langeveld, Pendidikan adalah merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.
Tujuan Pendidikan menurut prof dr langeveld, Pendewasaan diri, dengan ciri-cirinya yaitu : kematangan berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri. Kecakapan atau sikap mandiri, yaitu dapat ditandai pada sedikitnya ketergantungan pada orang lain dan selalu berusaha mencari sesuatu tanpa melihat orang lain.
Pengertian pendidikan menurut driyarkara, Pendidikan didefinisikan sebagai upaya memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani.
Pengertian pendidikan menurut Stella van Petten Henderson, Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.
Pengertian pendidikan menurut John Dewey, Education is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).
Pengertian pendidikan menurut H.H Horne, Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya. Carter V. Good Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.
Pengertian pendidikan menurut Thedore Brameld, Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Tujuan Pendidikan dalam (UU Sisdiknas Pasal 3) menyatakan bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2.1.3.       Definisi Manajemen Pendidikan
Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.
2.2.Objek Kajian Manajemen pendidikan
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu :
1.      Man
Man atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
1.      Money
Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
1.      Materials
Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
1.      Method
Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar guru di sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
1.      Machines
Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik.
1.      Market
Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.
1.      Minutes
Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.
2.3.Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan
·         · Efisien dalam menggunakan sumber daya.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

·         Efektif dalam pencapaian tujuan.
Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

·         Bermuara pada tujuan pendidikan.
Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan pendidikan nasional, yaitu  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

·         Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan.
Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.
2.4.Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen pendidikan adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.
Menurut George R. Terry, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling).
Menurut Luther Gullick , fungsi manajemen ada tujuh yaitu fungsi fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengaturan anggota (staffing), fungsi pengarahan (directing), fungsi koordinasi (coordinating), fungsi pelaporan (reporting) dan fungsi pencapaian tujuan (budgeting).
Menurut hersey and Blanchard, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi peningkatan semangat (motivating) dan fungsi pengendalian (controlling).
Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
1.      Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan juga dapat didefinisikan sebagai prosespenyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan “peta kerja” yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
2.      Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi. Pengorganisasian adalah proses penghimpunan SDM, modal dan peralatan, dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan upaya pemaduan sumber daya.
3.      Pelaksanaan (actuating) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. Pelaksanaan adalah proses penggerakan orang-orang untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga terwujud efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja.
4.      Pengendalian (controlling) adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang pendidikan yang dihadapi. Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses pemberian balikan dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian apabila terdapat penyimpangan.

2.5.Ruang Lingkup manajemen
Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
1.      Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.
2.      Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.
3.      Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.

BAB III
PENUTUP
2.1      Kesimpulan
Dari pembahasan tentang Definisi dan ruang lingkup Manajemen dan Manajemen Pendidikan, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Manajemen Pendidikan adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu : Man, Money, Materials, Method, Machines, Market, dan Minutes. Tujuan belajar manajemen pendidikan adalah untuk berlaku efisien dalam menggunakan sumber daya, efektif dalam pencapaian tujuan, bermuara pada tujuan pendidikan dan mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan.
Fungsi dari manajemen pendidikan adalah fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) , dan funsi pengawasan (controling).
Ruang lingkup manajemen pendidikan menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

2.2      Saran
Sebagai mahasiswa yang tidak terlepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan dan bidang keilmuan. Kita seharusnya dapat mempelajari Ilmu Manajemen dengan baik. Hal ini bertujuan supaya kita dapat mengatur, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan segala sesuatu yang kita pimpin.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Arti Manajemen. (online) http://ielmy.wordpress.com/other/definisi-manajemen/. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Manajemen : Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen. (online) http://kherysu deska.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2013
Manajemen Pendidikan. (online) http://www.rumahafid.com. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2013
Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen. (online) http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian-manajemen-dan-fungsi-manajemen/. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Pengertian Manajemen dan Fungsinya. (online) http://fachruramadhan.blogspot .com/2012/04/pengertian-manajemen-dan-fungsi nya.html. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Pengertian Pendidikan menurut para ahli. (online) http://belajarpsikologi.com /pengertian-pendidikan-menurut-ahli/. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2013
7 Definisi Pendidikan menurut para ahli. (online) http://7topranking.blogspot. com/2013/02/7-definisi-pendidikan-menurut-para-ahli.html. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2013


MANAJEMEN PENDIDIKAN F2018

Dalam kehidupan yang semakin lama semakin ketat kompetensi dalam bidang pekerjaan ini, kita dituntut untuk dapat mengatur segala sesuatu dengan sistematis. Dalam menjalankan suatu proses kerja seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang manajemen dari pekerjaannya tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan ruang lingkup dari Manajemen pendidikan yang akan memperkaya wawasan keilmuan kita.
Apa itu manajemen pendidikan? Pengertian Manajemen Pendidikan secara umum adalah suatu proses perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan, dalam mengelola segala sumber daya yang berupa manusia, uang, material, metode, mesin, market, waktu, dan informasi, untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.


Manajemen pendidikan dalam suatu bisnis atau perusahaan dilaksanakan secara langsung oleh manajer pendidikan untuk mewujudkan pelaksanaan aktivitas pendidikan yang sesuai target.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keteraturan pelaksanaan sumber daya perusahaan. Lebih jauh tentang manajemen pendidikan dan fungsinya dalam sebuah bisnis atau perusahaan akan dibahas dalam artikel ini.

Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

Beberapa ahli pernah menjelaskan pengertian manajemen pendidikan, diantaranya adalah:

1. Syarif (1976:7)

Menurut Syarif, pengertian manajemen pendidikan adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber “personil maupun materiil” secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya pendidikan.

2. Sutisna (1979:2-3)

Pengertian Manajemen menurut Sutisna adalah keseluruhan “proses” yang membuat sumber-sumber personil dan meteriil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsi-fungsi dengan jalan mempengaruhi perbuatan orang-orang.
3. Djam’an Satori (1980:4)
Arti manajemen pendidikan menurut Djam’an Satori adalah  keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
4. Made Pidarta (1988:4)
Pengertian manajemen pendidikan menurut Made Pidarta adalah aktivitas memadukan berbagai sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
5. Soebagio Atmodiwirio (2003:23)
Menurut Soebagio Atmodiwirio, manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
6. Engkoswara (2001:2)
Arti manajemen pendidikan menurut Engkoswara adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakat bersama.
7. Hadari Nawawi (1981:11)
Pengertian manajemen pendidikan menurut Hadari Nawawi adalah rangkaian kegiatan pengendalian usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan, secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu, terutama lembaga pendidikan formal.
8. W. Haris
Mendifinisikan manajemen pendidikan sebagai suatu proses pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber personalia dan material sebagai usaha untuk meningkatkan secara efektif pengembangan kualitas manusia.
9. Purwanto dan Djojopranoto (1981:14)
Pengertian manajemen pendidikan menurut Purwanto dan Djojopranoto adalah suatu usaha bersama yang dilakukan untuk medayagunakan semua sumber daya baik manusia, uang, bahan dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
10. Stephen J. Kneziech
Menurut Stephen J. Kneziech,  manajemen pendidikan merupakan sekumpulan fungsi-fungsi organisasi yang memiliki tujuan utama untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan, sebagaimana pelaksanaan kebijakan melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi sumber daya, stimulasi dan koordinasi personil dan iklim organisasi yang kondusif.
11. Daryanto (1998:8)
Pengertian manajemen pendidikan menurut Daryanto adalah suatu cara bekerja dengan orang-orang dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif.
12. Dasuqi dan Somantri (1992:10)
Kedua ahli tersebut mengatakan manajemen pendidikan merupakan upaya penerapan kaidah-kaidah manajemen dalam bidang pendidikan.
13. Sagala (2005:27)
Sedangkan Sagala mengatakan pengertian manajemen pendidikan adalah penerapan ilmu manajemen dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan manajemen dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan.
14. Menurut Gaffar
Defenisi manajemen pendidikan menurut Gaffar adalah suatu proses kerja sama yang sistematis, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
15. Mulyasa (2002:19)
Manajemen pendidikan menurut Mulyasa diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, dan tujuan jangka panjang.
16. Biro Perencanaan Depdikbud (1993:4)
Pengertian manajemen pendidikan menurut Biro Perencanaan Depdikbud adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya
Manusia seutuhnnya yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab pada masyarakat dan bangsa.
Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
Secara garis besar ada empat ruang lingkup manajemen pendidikan, diantaranya adalah:
1. Berdasarkan Wilayah Kerja
Ruang lingkup manajemen pendidikan berdasarkan wilayah kerja dapat dibedakan menjadi:
·         Manajemen pendidikan di satu negara atau tingkat nasional, menangani pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah dan luar sekolah, termasuk penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, maupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional
·         Selanjutnya manajemen pendidikan dalam satu provinsi, ruang lingkupnya meliputi wilayah kerja sebatas provinsi saja dan pelaksanaannya dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang berada di kabupaten dan di kecamatan
·         Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten/ kota, ruang lingkupnya meliputi wilayah kerja satu kabupaten atau satu kota saja
·         Manajemen pendidikan satu unit kerja, ini hanya menititik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani pekerjaan mendidik
·         Kegiatan terkecil dalam manajemen pendidikan adlah manajemen kel
2. Berdasarkan Objek Garapan
Ruang lingkup manajemen pendidikan berdasarkan ojek garapan dapat dibedakan menjadi:
·         Manajemen siswa
·         Manajemen personil-personil dalam sekolah
·         Kurikulum dalam sekolah
·         Manajemen prasarana/ material
·         Manajemen Tata Usaha Sekolah  atau Tata Laksana pendidikan
·         Pengaturan Anggaran pendidikan
·         Manajemen lembaga atau organisasi pendidikan
·         Manajemen hubungan masyarakat atau manajemen kominikasi pendidikan.
3. Berdasarkan Fungsi
Ruang lingkup manajemen pendidikan berdasarkan fungsi atau urutan kegiatannya dapat dibedakan menjadi:
·         Merencanakan
·         Mengorganisasikan
·         Mengarahkan
·         Mengkoordinasikan
·         Mengkomunikasikan
·         Mengawasai ataupun mengevaluasi
4. Berdasarkan Pelaksana
Bila kita melihat dari ruang lingkup lingkungan kelas, guru berperan sebagai administrator. Oleh karena itu guru harus bisa melaksanakan berbagai kegiatan manajemen. Dengan kata lain, guru berperan sebagai manajer di dalam kelas.
Fungsi dan Peran Manajemen Pendidikan
Dalam pengertian manajemen pendidikan, ada 4 unsur penting yang harus diwujudkan sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan perusahaan. Berikut 4 unsur penting dalam fungsi manajemen pendidikan:
1. Sebagai Perencanaan (Planning)
Dalam hal ini manajemen pendidikan wajib memastikan semua sumber daya di berbagai bidang bisa membuat peta kerja serta yang sesuai dengan visi perusahaan.
2. Melakukan Pengorganisasian (Organizing)
Manajemen pendidikan menghimpun sumber daya manusia di perusahaan, modal serta peralatan yang diperlukan. Bidang ini juga harus mencari cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan utama perusahaan dengan melibatkan semua komponen yang ada dan memastikan semua berjalan sesuai track.
3. Sebagai Pelaksana (Implementation)
Manajemen pendidikan penting untuk menggerakan sumber daya manusia perusahaan dan mendorong melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan demi tercapainya tujuan. Hal ini penting sebagai proses efisiensi agar kinerja semua karyawan efektif.
4. Sebagai Pengawas (Controlling)
Mengacu pada pengertian manajemen pendidikan di atas, bidang ini memiliki kewajiban untuk mengontrol sumber daya agar berjalan sesuai track yang sudah ditetapkan. Ketika ada hal yang tidak sesuai, mereka harus bekerja meluruskannya seperti semula.
Tujuan Manajemen Pendidikan
Secara umum tujuan utama manajemen pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian para pelajar agar sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan atau perbaikan untuk usia pendidikan.
Selain itu, manajemen pendidikan juga memiliki tujuan dan manfaat sebagai berikut:
·         Mewujudkan suasana belajar dan proses belajar yang efektif, aktif, kreatif, bermakna, dan menyenangkan
·         Terwujudnya pelajar yang aktif dalam pengembangan diri sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kontrol diri, kecerdasan, kepribadian yang baik, ahlak yang mulia, dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat
·         Untuk memenuhi satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan
·         Agar tujuan pendidikan tercapai dengan efektif dan efisien
·         Citra positif pendidikan semakin meningkat
·         Meningkatkan mutu pendidikan
·         Terwujudnya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel
·         Tenaga pendidik mendapat bekal pengetahuan tentang proses dan tugas administrasi pendidikan


Urgensi Manajemen Pendidikan
Dengan adanya kondisi global yang terus bergulir dan peluang masa depan yang lebih gemilang bisa menjadi modal besar untuk mengadakan perubahan. Untuk mencapai tujuan yang besar ini diperlukan kualifikasi yang besar pula dalam manajemen pendidikan perusahaan. Melalui peningkatkan kualifikasi sumber daya manusia, perusahaan sudah menjalankan sebuah komitmen dalam hal peningkatan kualitas, apa lagi di bidang administrasi.
Manajemen ini juga wajib memahami peluang sebagai modal penting yang menjadi pijakan dalam meningkatkan mutu SDM disamping meningkatkan komitmen yang tinggi. Keuntungannya? Otomatis ini akan memberikan efek domino (dalam hal positif) dalam hal pengelolaan perusahaan, bisnis, strategi, sumber daya manusia, pendidikan dan pengajaran.
Perusahaan atau bisnis yang tidak memiliki manajemen pendidikan yang baik akan menghambat perkembangannya karena etosnya masih kurang dari standard yang ditetapkan. Ini terjadi karena kurangnya inovasi dari tim/karyawan/pegawai. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa manajemen pendidikan memiliki unsur sebagai pengorganisasi yang akan memetakan sumber dayanya seperti apa.
Secara cermat dan sitematis berikut fungsi manajemen pendidikan:
· Mendorong perancangan strategi melalui pendekatan yang rasional, sistematis dan efektif yang berguna bagi manajer dan tim.
·Memaksimalkan proses yang menyeluruh dan memberikan pendidikan untuk peningkatan mutu sumber daya perusahaan.
·Melatih sumberdaya agar mampu membuat kerangka kerja yang baik; jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga target mudah dicapai.
· Memudahkan alokasi sumberdaya yang efektif sesuai dengan kualifikasi pendidikan.
·Meningkatkan sikap profesional dalam diri setiap anggota organisasi atau perusahaan sehingga timbul tanggung jawab untuk melaksanakan tugas.