Selasa, 20 November 2018

Rencana Kegiatan Survei Pra-KKN agar berjalan sukses dan tepat sasaran


Tulisan ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan kegiatan survei pra PRA KKN.
Sekarang kami, berbagi tips istimewa tentang bagaimana cara mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan survei dengan aman, lancar, dan tepat sasaran bagi adik-adik calon peserta Observasi Pendidikan STKIP Babunnajah maupun yang berasal dari perguruan tinggi lainnya yang ga sengaja nyasar ke blog ini.

SEBELUM MELAKUKAN SURVEI
Berikut adalah hal-hal yang penting dan wajib diperhatikan sebelum melakukan survei.
A. Menentukan Jadwal dan Prosedur Keberangkatan

1. Konsultasi dengan DOSEN PEMBIMBING
Mintalah saran-saran dari DOSEN PEMBIMBING terkait jadwal keberangkatan dan cara tiba di lokasi. Tanyakan kapan waktu yang tepat dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kunjungan. Pihak Badan Pelaksana Observasi Pendidikan STKIP Babunnajahbiasanya menyediakan waktu survei selama sebulan penuh sebelum pelepasan resmi PRA KKN diselenggarakan. Aturlah waktu keberangkatan sehingga mahasiswa PRA KKN dan DOSEN PEMBIMBING dapat bersama-sama berangkat menuju lokasi survei.
Biasanya DOSEN PEMBIMBING terkait telah melakukan survei tahap awal bersama pihak Bapel PRA KKN sebelum menerjunkan mahasiswa langsung ke lapangan. Karenanya, sedikit banyak DOSEN PEMBIMBING mengetahui bagaimana gambaran umum lokasi PRA KKN. Tanyakanlah informasi sederhana ini untuk memudahkan dalam melakukan persiapan keberangkatan.
Tanyakan pula, data apa saja yang paling urgen dan penting untuk didapatkan selama melakukan survei.
2. Diskusi dengan Kelompok Lain Di Bawah Asuhan DOSEN PEMBIMBING yang Sama
Untuk PRA KKN Reguler STKIP Babunnajah, satu DOSEN PEMBIMBING biasanya membina 7-8 kelompok PRA KKN yang bertugas di Kampung yang lokasinya saling berdekatan. Adakan rapat terbuka untuk membahas masalah keberangkatan dengan kelompok lainnya. DOSEN PEMBIMBING terkait biasanya akan memberikan amanah kepada salah seorang ketua kelompok PRA KKN untuk menjadi penyampai pesan bagi ketua kelompok dan anggota kelompok lainnya. Dalam hal ini, komunikasi antar-kelompok di bawah asuhan DOSEN PEMBIMBING yang sama sangat dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan survei.
Selain menjalin komunikasi dengan kelompok sesama DOSEN PEMBIMBING, membina komunikasi dengan kelompok dan peserta PRA KKN lainnya juga sangat dibutuhkan. Di tingkat kecamatan misalnya, akan ada seorang wakil dari mahasiswa PRA KKN yang akan menjadi representatif dari kecamatan tersebut yang bertugas menyalurkan informasi serta mengatur hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan di tingkat kecamatan. Begitu pula halnya dengan tingkat kabupaten. Oleh karenanya, komunikasi dan interaksi antar-elemen baik mahasiswa, masyarakat, dan pihak penyelenggara sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan kegiatan PRA KKN ini.
3. Hubungi Tuan Rumah Lokasi Survei
Sebagai tamu yang baik, peserta PRA KKN harus menghubungi terlebih dahulu pihak Kampung, terutama geuchik, sebelum terjun ke lokasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan survei, seperti ketidakhadiran pihak yang ingin ditemui di lokasi, misalnya.
Utarakan maksud kunjungan dan mintakan kesediaan pihak-pihak yang akan ditemui untuk dapat berhadir di hari H.
Persiapkan buah tangan sebagai ungkapan kekeluargaan dan uluran persaudaraan untuk geuchik atau pihak Kampung lainnya yang ingin ditemui.
4. Pilihlah Kendaraan yang Sesuai
Tentukan jenis kendaraan yang akan digunakan untuk menuju lokasi survei. Sesuaikan budget yang dimiliki kelompok dengan jenis kendaraan yang akan dinaiki. Pastikan penumpang dan barang bawaan tidak kekurangan tempat di dalam kendaraan yang akan digunakan. Tentukan pula lamanya waktu penggunaan kendaraan.
Tak jarang ada peserta PRA KKN yang memiliki kemudahan, menawarkan kendaraan pribadinya sebagai sarana transportasi menuju lokasi. Hal-hal lainnya menyangkut masalah sewa-menyewa atau pengadaan kendaraan ini kembali kepada kebijakan masing-masing kelompok.
5. Kenakan Outfit yang Wajar
Persiapkan pakaian yang nyaman namun tetap sesuai dengan norma dan adat masyarakat setempat serta tetap menjunjung nilai-nilai keislaman untuk dikenakan baik ketika melakukan perjalanan menuju lokasi maupun saat melakukan kegiatan survei.
Siapkan pula perlengkapan ibadah seperti kain sarung atau mukena.
6. Siapkan Bekal Perjalanan
7. Siapkan Barang-Barang Penting lainnya
Barang-barang penting pribadi seperti obat-obatan, stok wings pad (bagi yang sedang dalam siklus), kaca mata, ponsel beserta charger-nya, power bank, dompet, kartu identitas, dll jangan sampai tertinggal.
Peralatan tulis seperti pena dan block notes dan perlengkapan dokumentasi sepeti kamera dan recorder juga sangat dibutuhkan saat melakukan survei.

B. Menentukan Tujuan dan Maksud Survei
Meskipun di tulisan sebelumnya telah dijabarkan tentang maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan survei, hal-hal mendetil berikut ini ada baiknya tetap diperhatikan dan jangan diabaikan.
1. Pastikan Sasaran Survei
Sering kali mahasiswa peserta PRA KKN berangkat ke lokasi survei tanpa mengetahui apa sebenarnya yang mereka cari dan yang harus mereka lakukan begitu tiba di lokasi. Sasaran survei potensi Kampung adalah agar peserta PRA KKN melakukan survei awal di Kampung mencakup kondisi geografis, sosiologis, potensi pengembangan dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara dengan perangkat Kampung, seperti geuchik, tuha peut, ketua pemuda, imum Kampung, dan masyarakat Kampung.
Sebagaimana dijelaskan dalam Buku Panduan Observasi Pendidikan STKIP BabunnajahTahun 2015, jenis-jenis data yang harus dikumpulkan oleh mahasiswa peserta PRA KKN adalah sebagai berikut.
a. Data Kualitatif
Data kualitatif sebaiknya dikumpulkan melalui metode wawancara. Jenis data atau informasi yang dibutuhkan mencakup:
i. Kebutuhan masyarakat seperti pangan, pakaian, perumahan, lapangan kerja, pendidikan kesehatan, jalan dan sebagainya.
ii. Masalah-masalah yang mendasari kebutuhan, seperti pertumbuhan penduduk, produksi pertanian, pengangguran, keamanan dan sebagainya.
iii. Potensi Kampung yang dapat dikembangkan, seperti lahan pertanian, sumber daya (alam, modal, dan manusia), teknologi, sistem pengelolaan, sikap masyarakat, ketrampilan dan sebagainya.
b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif (data statistik) dikumpulkan terutama dari kantor geuchik dan instansi terkait di kabupaten. Data jenis ini dapat pula didapat dari file RPJM Kampung. Jenis data atau informasi yang dibutuhkan mencakup:
i. Keadaan Kampung
* Situasi umum mencakup letak geografis Kampung, ketersediaan fasilitas umum (mesjid/meunasah, pasar, puskesmas, sekolah dan sebagainya).
* Distribusi penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan mata pencaharian, jumlah rumah tangga dan sebagainya.
* Data pertanian mencakup jenis produksi dan sumber daya.
* Data sarana dan prasarana mencakup kondisi jalan, pengangkutan, irigasi, listrik, komunikasi dan sebagainya.
* Data kelembagaan mencakup jumlah lembaga formal dan non formal.
* Data bangunan milik Kampung mencakup jenis dan jumlah.
* Masalah-masalah di Kampung.
ii. Keadaan Keluarga
* Informasi umum mencakup rata-rata jumlah anggota keluarga, kondisi keluarga (pra-sejahtera, sejahtera) dan sebagainya.
* Kondisi pekerjaan kepala keluarga yang mencakup jenis, lokasi, pendapatan dan sebagainya.
* Kondisi taraf hidup mencakup kepemilikan tanah, rumah, pendidikan, kesehatan, rekreasi, konsumsi dan sebagainya.
* Masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan keluarga.

C. Kenali dan Pelajari Format Proposal PRA KKN
Pengetahuan peserta tentang isi dan bentuk proposal PRA KKN sangat membantu dalam hal pengumpulan data di lapangan. Peserta PRA KKN dapat menentukan jenis data apa saja yang dibutuhkan dalam hal merampungkan penyusunan proposal, pembuatan rencana kerja, serta pengumpulan dokumentasi-dokumentasi yang di butuhkan untuk melengkapi bagian lampiran proposal.

D. Sediakan Daftar Pertanyaan Wawancara
Buatlah daftar pertanyaan yang akan diajukan pada pihak Kampung atau narasumber yang ingin ditemui dan ditanyai di lokasi survei. Hal ini akan memudahkan dalam mewawancarai narasumber sekaligus menjadi pedoman bagi surveyor untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan.

SAAT MELAKUKAN SURVEI

A. Lakukan Kunjungan Formal dan Non Formal
Begitu sampai diKampung lokasi PRA KKN, lakukanlah kunjungan formal kepada aparat Kampung, seperti geuchik dan perangkatnya. Berilah salam dan hormat serta kata-kata pembuka menggunakan bahasa daerah setempat dengan tutur kata yang sopan dan santun.
Utarakan maksud dan tujuan kedatangan.
Di akhir kunjungan, ulurkan buah tangan yang sebelumnya telah disediakan.
Setelah dirasa cukup, lanjutkan dengan melakukan kunjungan non formal kepada masyarakat setempat atau istilah Bahasa Acehnya saweu Kampung. Beri salam dan sapa pada tiap masyarakat yang ditemui di sepanjang jalan Kampung.

B. Kumpulkan Data yang Diperlukan
Siapkan alat tulis dan perlengkapan dokumentasi.
Temui narasumber. Utarakan maksud dan tujuan. Lakukan proses wawancara. Usahakan data yang terkumpul adalah data yang benar-benar dibutuhkan dan dapat dipertanggungjawabkan validitas-nya.
Ambil beberpa gambar objek berupa suasana keadaan Kampung dan kegiatan-kegiatan yang tengah dilakukan masyarakat Kampung serta kegiatan survei yang dilakukan mahasiswa PRA KKN itu sendiri.

C. Berakhlak Mulia
Jadilah pendengar yang baik, bersikap rendah hati, hormat, tebarkan senyum, tunjukkan pribadi yang ramah, serta berilah salam pada setiap masyarakat yang ditemui.
Jangan biarkan kaca film jendela kendaraan tertutup saat menelusuri jalanan Kampung.

D. Tanyakan Perihal Tempat Tinggal
Setelah proses pengumpulan data untuk keperluan penyusunan rencana kerja siap dilakukan, kini saatnya membahas masalah tempat tinggal selama sebulan menjalani PRA KKN nantinya. Gedung atau bangunan apa yang akan menjadi tempat tinggal, rumah wargakah atau fasilitas Kampung? Tanyakan bagaimana keadaan ruang tidur, apa saja yang tidak tersedia dan harus disediakan oleh peserta, bagaimana keadaan sumber air untuk mandi dan mencuci serta aktivitas bersih-bersih lainnya yang memerlukan air, bagaimana keadaan fasilitas MCK, bagaimana ketersediaan sumber listriknya, apakah ada pihak Kampung yang menyediakan konsumsi atau peserta harus memasak makanan sendiri, di mana terdapat warteg atau rumah makan terdekat, apakah daerah tempat tinggal memperoleh akses sinyal internet, provider apa yang dapat menyediakan layanan akses sinyal internet ataupun layanan telepon, dan pertanyaan-pertanyaan urgen lainnya menyangkut masalah keseharian selama menjalani kegiatan PRA KKN sebulan kedepan nantinya.

E. Jadikan Potensi Kampung sebagai Acuan Renja
Pelajari potensi apa saja yang dimiliki Kampung yang dapat dijadikan landasan dalam penyusunan rencana kerja sesuai dengan jenis bidang yang ditekuni mahasiswa PRA KKN di bangku perkuliahan.

SETELAH MELAKUKAN SURVEI

A. Jangan Menunda Penyusunan Proposal PRA KKN
Begitu selesai melakukan survei, bersegeralah mengolah data-data yang diperoleh menjadi draft proposal PRA KKN.

B. Saling Ambil Bagian dalam Pembuatan Proposal
C. Konsultasi dengan DOSEN PEMBIMBING
GOOD LUCK

Kamis, 08 November 2018

PENGANTAR PSIKOLOGI CONTOHNYA UNTUK UTS


1.   Jelaskan apa yang dimaksud dengan psikologi, tujuan, metode, dan definisi oprasional psikologi.
Jawab        :
          Secara etimologi psikologi berarti ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa dan “logos” berarti ilmu pengetahuan. Psikologi memiliki tujuan yaitu : 

·        Menjelaskan (understanding) : yaitu mampu menjawab apa, bagaimana, dan mengapa perilaku itu terjadi. Hasilnya berupa deskripsi atau bahasan yang sifatnya member penjelasan.
·        Memprediksi (prediction) : yaitu mampu memeprediksi dan mendeteksi perilaku apa dan bagaimana yang akan terjadi berdarsarkan pengetahuan yang dimilikinya.
·        Pengendalian (control) : yaitu mengendalikan perilaku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi.
          Dalam melakukan penilitiannya psikologi memerlukan data – data, baik data primer maupun data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian psikologi juga sering menggunakan metode – metode tertentu.
Berikut beberapa metode penelitian yang biasa digunakan :
·        Kuesioner
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner (questionnaires). Suharsimi Arikunto (2006:151) menjelaskan angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal – hal yang ia ketahui.
·        Observasi
Dalam observasi, peniliti mengamati aktivitas sehari – hari individu dan secara hati – hati melaporkan perilakunya. Dalam observasi individu berperilaku spontan dalam situasi alamiahnya, maka peneliti lebih percaya diri.
·        Interview (wawancara)
Dalam interview, peneliti mengajukan pertanyaan – pertanyaan dan menganalisis jawabannya. Melakukan wawancara berarti pewawancara melakukan Tanya jawab dengan subjek untuk memancing agar subjek mengungkapkan isi hatinya, pandangan – pandangannya dan lain – lain sehingga pewawancara bias menggali informasi yang diperlukan.
·        Studi Eksperimental
Tujuan studi pada umumnya adalah untuk menguji hipotesis. Peneliti memeriksa efek dari variable yang ingin diteliti pada perilaku, melakukan control dan memanipulasi variable – variable yang di teliti.
Metode lainnya berdasarkan dilihat lamanya waktu yang diperlukan yaitu          :
·        Longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai suatu hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun untuk mendapat kesimpulan tentang perkembangan pada suatu aspek yang diteliti dalam kurun perkembangan tertentu. Karena itu apabila dilihat dari segi perjalanan waktu, penelitian ini adalah secara vertical.
·        Cross-sectional
Apabila dibandingkan dengan metode longitudinal, metode ini membutuhkan waktu yang relative jauh lebih cepat dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. Misalnya, untuk menyelidiki perkembangan emosi anak usia 6 sampai 9 tahun, dengan metode ini, peniliti tidak perlu membutuhkan waktu 3 tahun tetapi cukup dengan waktu misal 1 tahun. Peneliti cukup menggunakan sampel kelompok anak usia 6 tahun, 7 tahun, dan 8 tahun.
Definisi oprasional adalah suatu pembatasan dari sebuah konsep yang dijabarkan dalam istilah oprasional untuk digunakan mengukur konsep tersebut. Definisi oprasional sangat berguna ketika kita menjelaskan proses mental, proses yang tidak bias kita amati. Misalnya bagaimana kita menjelaskan kecemasan, kecerdasan, sedih, marah, dan bahagia.
Semua konsep tersebut tidak bisa diamati maka dengan menjabarkan konsep tersebut dalam pernyataan (statement) yang dapat di ukur atau definisi oprasional maka kita dapat menyepakati suatu konsep.
2.    Uraikan 4 pendekatan dalam bidang psikologi :
·        Psikoanalitik
·        Behaviorisme
·        Kognitivisme
·        Humanistik
Tiap pendekatan harus mengandung uraian risalah mulai dari penggagas awal dan dasar teorinya sampai pada teori mutakhirnya (modern) boleh di beri ilustrasi untuk memperjelas uraian.
Jawab        :
·        Psikoanalitik
Pendekatan psikoanalitik dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar sehingga banyak perilaku yang didasari oleh hal – hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan yang apabila ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu – waktu dapat muncul. Freud mengemukakan 3 struktur mental atau psikis yaitu :
Ø Id adalah dorongan – dorongan biologis dan berada dalam ketidaksadaran.
Ø Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan yang memuaskan dorongan – dorongan id menurut cara – cara yang dapat diterima masyarakat.
Ø Superego adalah bagian dari nilai – nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
·        Behaviorisme (perilaku)
Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respons atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R (Stimulus – Respons ). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku itu seperti reflex tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F. Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
·        Kognitivisme
Pendekatan kognitivisme menekankan bahwa perilaku adalah proses mental, di mana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
·        Humanistik
Merupakan paham yang mengutamakan manusia sebagai makhluk keseluruhan. Mereka tidak setuju dengan pendekatan – pendekatan yang lain yang memandang manusia hanya dari salah satu aspek saja. Manusia harus dilihat sebagai totalitas yang unik, yang mengandung semua aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk menjadi dirinya sendiri (aktualisasi diri). Dua tokoh dari pendekatan ini adalah Carl Rogers yang mengembangkan teknik Non-directive psychotherapy dan Abraham Maslow yang dikenal dengan teory Hierarki Motivasinya.


Jumat, 19 Oktober 2018

PENGANTAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN

SILABUS

                        Mata Kuliah                   :  Pengantar Psikologi
Kode Mata Kuliah        
Bobot                            :  2 SKS
Dosen                           :  
Program Studi                :  Pendidikan Agama Islam
Waktu Perkuliahan         :  Semester Ganjil (1)                

A.  Dekripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini menyajikan pembahasan tentang  analisis psikologi terhadap kemampuan dasar manusia, dinamika perilaku individu , konsep perkembangan, konsep kepribadian, konsep belajar serta aplikasinya dalam memahami tingkah laku individu.

B.  Pengalaman Belajar
Proses perkuliahan dikembangkan dalam bentuk komunikasi dua arah dosen-mahasiswa melalui kegiatan caramah, tanya jawab, diskusi kelas. Untuk menunjang pemahaman siswa terhadap mataeri perkuliahan, mahasiswa diminta untuk mencari infromasi terbaru, baik melalui buku teks, jurnal, maupun artikel.

C.  Evaluasi Hasil Belajar
Komponen evaluasi perkuliahan meliputi; nilai ujian tengah semester, ujian akhir semester, partisipasi kegiatan kelas, presensi, serta pembuatan dan penyajian makalah.

D.  Uraian Pokok Bahasan Setiap Pertemuan

1. Orientasi perkuliahan, kegiatan ini berisi diskusi tentang tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, sistem penugasan, sistem penilaian dan dalam batas tertentu mengakomodasi masukan dari mahasiswa untuk perbaikan silabus.

2. Konsep dasar psikologi, (a) Pengertian psikologi, menurut asal  katanya  psikologi  berasal dari bahasa Yunani yaitu Psyche dan LogosPsyche berarti jiwa, sukma dan roh, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan  atau studi. Jadi pengertian psikologi secara harfiah adalah ilmu tentang jiwa. Woodwoth dan Marquis mengemukakan “psychology is the scientific study of the individual activities in relation to environment”. Istilah psikologi digunakan pertama kali oleh seorang ahli berkebangsan Jerman yang bernama Philip Melancchton pada tahun 1530, (b) Psikologi sebagai ilmu,  Istilah psikologi sebagai ilmu jiwa tidak digunakan lagi sejak tahun 1878 yang dipelapori oleh J.B Watson sebagai ilmu yang mempelajari perilaku karena ilmu pengetahuan menghendaki objeknya dapat diamati, dicatat dan diukur, jiwa dipandang terlalu abstrak, dan jiwa hanyalah salah satu aspek kehidupan individu. Psikologi dapat disebut sebagai ilmu  yang mandiri karena memenuhi syara berikut: 1) secara sistematis psikologi dipelajari melalui penelitian-penelitian ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah, 2) memiliki struktur kelimuan yang jelas, 3) memiliki objek formal dan material, 4) menggunakan metode ilmiah seperti eksperimen, observasi, case historytest and measurement, 4) memliki terminologi khusus seperti bakat, motivasi, inteligensi, kepribadian, dan 5) dapat diaplikasikan dalam berbagai adegan kehidupan. (c)  Kaitan psikologi dengan ilmu lain, psikologi dalam perkembangannya banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu lain misalnya filsafat, sosologi, fisiologi, antrpologi, biologi. Pengaruh ilmu tersebut terhadap psikologi dapat dalam bentuk landasan epistimologi dan  metode yang digunakan. sumbangan Psikologi terhadap pendidikan dan bimbingan-konseling, subjek dan objek pendidikan adalah manusia (individu) psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu dalam proses pendidikan dan bagaimana membantu individu agar dapat berkembang optimal melalui layanan bimbingan dan konseling

3. Sejarah singkat psikologi, sejak zaman filsuf-filsuf besar seperti Socrates (469-399 SM) telah berkembang filsafat mental yang membahas secara jelas persoalan “jiwaraga”. Rene Descartes (1596-1650) mengemukakan bahwa manusia memiliki dimensi jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan. Pada awal abad XIX psikologi mengalami kemajuan yang cukup pesat, Gustaf Tehodore Fechner (1801-1650) dan Ernest Heinrich Weber (1795-1878) menemukan suatu hukum penginderaan melalaui eksperimen yang dipublikasikan pada tahun 1860 dalam buku Element of Pschology. Puncaknya adalah ketika Wilhem Wund (1832-1920) pada tahun 1979 mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig Jerman dan peristiwa ini menandai psikologi sebagai ilmu mandiri.Tahun 1883 berdiri laboratorium serupa di Uiversitas John Hopkins. Tahun 1890 terbit buku The Priciples of Psychology karangan William James (1842-1910) yang setahun kemudian menjadi profesro psikologi dan sejak itu hampir semua universitas di Amerika memiliki fakultas yang mandiri. Di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953 yang dipelopori oleh Slamet Iman Santoso dengan mendirikan lembaga pendidikan psikologi pertama yang mandiri dan pada tahun 1960 lembaga tersebut sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia dan kemudian dikembangkan di UNPAD dan UGM. Belakangan ini kemajuan psikologi semakin pesat, ini terbukti dengan bermunculannya tokoh-tokoh baru, misalnya BF Skinner (pendekatan behavioristik), Maslow (teori aktualisasi diri) Roger Wolcott (teori belahan otak), Albert Bandura (social learning teory), Daniel Goleman (kecerdasan emosi), Howard Gadner (multiple intelligences) dan sebagainya.

4. Konsep dasar perilaku, (a) pengertian perilaku, perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang paling dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan.(b) pandangan  tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu; 1) pendekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada   hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan syaraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem syaraf, 2) pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak dan perilaku dapat dibentuk dengan pembiasaan dan pengukuhan melalui pengkondisian stimulus, 3) pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi  mengolah stimulus menjadi perilaku baru, 4) pandangan psikoanalisis, menurut pandangan ini  perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari, dan  5) pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. Individu  mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warna pada lingkungan.

5. Jenis-jenis perilaku individu dan dinamikanya, 1) perilaku sadar, perilaku yang melalui kerja otak dan  pusat susunan syaraf, 2) perilaku tak sadar, perilaku yang spontan  atau instingtif, 3) perilaku  tampak dan tidak tampak, 4) perilaku sederhana dan kompleks, 5) perilaku kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor.  Mekanisme perilaku : (1) dalam pandangan behavioristik, mekanisme perilaku individu adalah :

               W ------  S ------- r -------- O ------- e -------- R ------- W

Keterangan:  W = world (lingkungan)               e = effector
                     S = stimulus                                          R = respon
                     R = receptor                                          W = lingkungan
                     O = organisme

(2) pandangan humanistik, menurut pandangan ini perilaku merupakan siklus dari 1) dorongan timbul, 2) aktivitas dilakukan, 3) tujuan dihayati,    dan  4) kebutuhan terpenuhi/rasa puas.

Dinamika perilaku individu, (a) pengamatan  adalah proses belajar mengenal segala sesuatu yang berada di lingkungan sekitar  dengan menggunakan  alat indera penglihatan,  pendengaran, pengecap dan pembau. (b) persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di otak atau pengertian individu tentang situasi atau pengalaman. Ciri umum dari persepsi adalah terkait dengan dimensi ruang dan waktu, terstruktur, menyeluruh dan penuh arti. Persepsi bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh perhatian selektif, cir-ciri rangsangan, nilai dan kebutuhan individu, dan pengalaman. (c) berfikir adalah aktivitas yang bersifat ideasional untuk menemukan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. Berpikir bertujuan untuk membentuk pengertian, membentuk pendapat, dan menarik kesimpulan. Proses Berfikir kreatif  terdiri dari  persiapan , inkubasi, iluminasi, verifikasi. Jenis berpikir ada 2 yaitu berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi.

7. Konsep  dasar motif dan motivasi, (a)  Motif adalah keadaan kompleks dalam diri individu yang mengarahkan perilakunya pada satu tujuan atau insentif, atau faktor penggerak perilaku, atau konstruk teoritik tentang terjadinya perilaku. Motif dapat dikelompokkan menjadi motif primer (dorongan fisiologis, dorongan umum) dan sekunder.  Woodwort dan Marquis mengelompokkan motif menjadi 3 yaitu motif organis, motif darurat, dan motif obyektif. Indikator motif  terdiri dari durasi, frekuensi, persistensi, devosi, ketabahan, aspirasi, kualifikasi prestasi, dan sikap. Upaya untuk meningkatkan motivasi di antaranya menciptakan situasi kompetisi yang sehat, membuat tujuan antara, menginformasikan tujuan dengan jelas, memberikan ganjaran, dan tersedianya kesempatan untuk sukses. (b) Konflik  terjadi ketika ada  2 atau lebih motif yang saling bertentangan sehingga individu berada dalam situasi pertentangan batin, kebingungan, dan keragu-raguan. Konflik dapat dibedakan menjadi 3 yaitu 1) approach-approach conflict, 2) avoidance-avoidance conflict, dan 3) approach-avoidance conflict. (c) frustrasi  adalah  suatu  keadaan  kecewa  dalam diri  individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya kepuasan atau tujuan, akibat adanya halangan atau rintangan dalam usaha mencapai tujuan. Sumber frustrasi menurut Sarlito Wirawan adalah lingkungan, pribadi, dan frustrasi konflik. Bentuk reaksi individu terhadap frustrasi adalah marah, bertindak secara eksplosif, introversi, merasa tidak berdaya, regresi, fiksasi, represi, pembentukan reaksi, rasionalisasi, proyeksi, kompensasi, dan sublimasi.

8. Konsep Perkembangan individu, (a) perkembangan adalah proses perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis, progresif, berkesinambungan, integratif baik fisik maupun mental, (b)  pertumbuhan adalah perubahan secara kuantitatif pada aspek jasmani yang terkait dengan perubahan ukuran, (c) kematangan  adalah titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan dan sebagai titik tolak dari kesiapan aspek tertentu menjalankan fungsinya. (c) perkembangan merupakan hasil pertumbuhan, kematangan dan belajar. Perkembangan menganut prinsip sebagai berikut; 1) perkembangan berlangsung sepanjang hayat, 2) ada perbedaan irama dan tempo perkembangan, 3) dalam batas tertentu perkembangan dapat dipercepat, 4) perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan, lingkungan, dan kematangan,  5) untuk aspek tertentu perkembangan wanita lebih cepat daripada pria, 6) individu yang normal mengalami semua fase perkembangan. (d) fase perkembangan secara umum adalah 1) masa pre natal, 2) masa bayi, 3) masa anak, 4) masa remaja, 5) masa dewasa, dan  6) masa tua, (e) aspek perkembangan terdiri dari perkembangan kognitif, sosial, bahasa, moral, emosi, fisik, dan penghayatan keagamaan.
9.  Konsep dasar kepribadian, (a) pengertian kepribadian, Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “personality”. Secara etimologis, kata personality berasal dari bahasa latin “persona” yang berarti topeng. Menurut  Gordon W Allport “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system, that determines his unique adjusment to his environment”, (b) faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah pembawaan dan pengalaman (umum dan khusus).
10. Konsep dasar belajar, (a) pengertian belajar, Cronbach mengartikan “learning is shown by an change individual behaviour as a result of experiences.  Belajar juga dapat diartiskan sebagai “proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru sebagai hasil dari pengalaman. Ciri perubahan perilaku hasil belajar adalah aktif, positif, dan berorientasi tujuan, (b) prinsip-prinsip belajar,beberapa prinsip belajar adalah 1) memiliki tujuan dan disadari, 2) adanya penerimaan informasi, 3) terjadinya proses internalisasi,  dan 4) perubahan bersifat relatif permanen, (c) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, faktor di luar individu yang mempengaruhi belajar adalah faktor non-sosial dan faktor sosial. Sedangkan faktor dalam diri individu yang mempengaruhi belajar adalah faktor fisiologis dan psikologis.

E.  Daftar Literatur
  • Atkinson, Rita  L, Pengantar Psikologi, jilid 1 & 2, Erlangga
  • Robert A. Baron. 1999. Psychology. Boston: Macmillan Publishing Company
  • Dimyati. 1990. Psikologi Suatu Pengantar. Yogyakarta: FIP IKIP.
  • Sumadi Suryabrata. 1982. Perkembangan Individu. Jakarta. CV Rajawali.
  • Linda L. Davidoff. 1981. Introduction to Psychology: Macmillan Publishing Company
  • Walgito. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
  • Sanapia Faisal dan Andi Mapiare. 1989. Dimensi-Dimensi Psikologi Sosial. Jakarta: CV. Rajawali
  • Prayitno. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: P2LPTK
  • Mar’at. 9182. Sikap Manusia Perubahan dan Pengukurannya. Indonesia: Galia
  • Dan buku- buku lain.

Kontrak belajar:
kehadiran                     : 10 %
makalah dan presentasi  : 20 %
UTS                            : 30 %
UAS                             : 40 %