Jumat, 06 Desember 2019

OBSERVASI PENDIDIKAN


Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan. Penemuan ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut.
1.    Tujuan Observasi
Dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya. Observasi dilakukan untuk menjajaki sehingga berfungsi eksploitasi. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.

2.    Jenis-jenis Observasi
Berdasarkan pelaksanaan, observasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu observasi partisipasi dan observasi non partisipasi.
a.    Observasi partisipasi
Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti atau observer secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Jadi, peneliti bertindak sebagai observer, artinya peneliti merupakan bagian dari kelompokyang ditelitinya. Keuntungan cara ini adalah peneliti merupakan bagian yang integral dari situasi yang dipelajarinya sehingga kehadirannya tidak memengaruhi situasi penelitian. Kelemahannya, yaitu ada kecenderungan peneliti terlampau terlibat dalam situasi itu sehingga proseduryang berikutnya tidak mudah dicek kebenarannya oleh peneliti lain.
b.    Observasi non partisipasi
Observasi non partisipasi adalah observasi yang dalam pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai partisipasi atau kelompok yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada saat ini. Kelemahan cara ini antara lain kehadiran pengamat dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang yang diamatinya.
3.    Instrumen yang Digunakan dalam Melakukan Observasi
Instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, yaitu checklist, rating scale, anecdotal record, catatan berkala, dan mechanical device.
a.    Check list, merupakan suatu daftar yang berisikan nama-nama responden dan faktor- faktor yang akan diamati.
b.    Rating scale, merupakan instrumen untuk mencatat gejala menurut tingkatan- tingkatannya.
c.    Anecdotal record, merupakan catatan yang dibuat oleh peneliti mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh responden.
d.    Mechanical device, merupakan alat mekanik yang digunakan untuk memotret peristiwa- peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh responden.
4. Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Observasi dalam Pengumpulan Data
a.    Kelebihan observasi
Kelebihan dari observasi, antara lain:
1.    Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
2.    Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi) langsung.
b.    Kelemahan observasi
Kelemahan dari observasi, antara lain:
1.    Memerlukan waktu yang relatif lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian, misalnya adat penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut.
2.    Pengamat biasanya tidak dapat melakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama, contohnya kita ingin mengamati fenomena perubahan suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern akan sulit atau tidak mungkin dilakukan.
3.    Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati, misalnya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti kita ingin mengetahui perilaku anak saat orang tua sedang bertengkar, kita tidak mungkin melakukan pengamatan langsung terhadap konflik keluarga tersebut karena kurang jelas.
5.    Langkah-langkah dalam Observasi
Langkah-langkah dalam melakukan observasi adalah sebagai berikut.
a.  Harus diketahui di mana observasi itu dapat dilakukan.
b. Harus ditentukan dengan pasti siapa saja yang akan diobservasi.
c. Harus diketahui dengan jelas data-data apa saja yang diperlukan.
d. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar.
e. Harus diketahui tentang cara mencatat hasi! observasi, seperti telah menyediakan buku catatan, kamera, tape recorder, dan alat-alat tulis lainnya.
6.    Beberapa Hal yang Menjadi Bahan Pengamatan
Hal-hal yang biasanya menjadi pengamatan seorang peneliti yang menggunakan metode pengamatan adalah sebagai berikut.
a.    Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam masyarakat atau budaya tempat kegiatan tersebut, kegiatan menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, serta akibat dari kegiatan tersebut.
b.    Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa yang diamati.
c.    Perasaan, menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan, baik itu dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh.
d.    Ruang atau tempat, menyangkut lokasi dari peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
e.    Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
f.   Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat yang dipakai pada saat kegiatan berlangsung.
g.  Peristiwa, menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati.
7.    Bentuk-bentuk Metode Pengamatan
Berdasarkan keterlibatan penelitinya, metode pangamatan dibedakan sebagai berikut.
a.    Pengamatan biasa
Pada pengamatan biasa, pengamat merupakan orang yang sepenuhnya melakukan pengamatan (complete observer), la tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan pelaku yang menjadi objek penelitian.
b.    Pengamatan terkendali (controlled observation)
Dalam pengamatan terkendali, pengamat juga sepenuhnya melakukan pengamatan. la tidak memiliki hubungan apa pun dengan objek (pelaku) yang diamatinya. Akan tetapi, berbeda dengan pengamatan biasa pada pengamatan terkendali orang yang menjadi sasaran penelitian ditempatkan dalam suatu ruangan yang dapat diamati oleh peneliti. Dalam lingkungan yang terbatas tersebut, pengamat mengadakan berbagai percobaan atas diri para sasaran penelitian.
Pengamatan terkendali umumnya dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan dalam melaporkan hasil pengamatan dan biasanya banyak digunakan dalam penelitian yang mengkhususkan perhatian pada usaha mengetahui sebanyak mungkin sifat kelompok kecil.
c.    Pengamatan terlibat (participant observation)
Pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang paling sering digunakan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. Metode semacam ini dalam bahasa Jerman disebut juga verstehen, yaitu suatu metode yang memungkinkan terjadinya keterlibatan seorang peneliti pada masyarakat yang dijadikan objek penelitiannya.
Dalam pengamatan terlibat, pengamat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diamati. Caranya peneliti datang ke lokasi penelitian, tinggal di tempat tersebut untuk jangka waktu tertentu, mempelajari bahasa, atau dialek setempat, kemudian berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari sambil melakukan pengamatan.
Berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, pengamatan terlibat dibedakan sebagai berikut.
1.    Pengamat sepenuhnya terlibat (completeparticipation)Pada pengamatan jenis ini, pengamat
sepenuhnya terlibat sehingga pelaku yangmenjadi objek penelitian tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati.
2.    Pengamat berperan sebagai peserta (observeras participant)
Pada pengamatan jenis ini, keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan objekyang diteliti masih ada. Namun, keterlibatan ini bersifat sangat terbatas karena pengamat berada di tempat penelitian hanya untuk jangka pendek. Dibandingkan dengan pengamatan penuh, pengamatan jenis ini jelas relatif lebih mudah dan lebih cepat dilakukan.
3.    Pengamat berperan sebagai pengamat (complete participant as observer).
Pada pengamatan jenis ini, status pengamat selaku peneliti diketahui para pelaku yang menjadi objek penelitian.
Selain berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, metode pengamatan juga dibagi berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan seperti berikut ini.
a.    Pengamatan tidak berstruktur
Pada pengamatan yang tidak berstruktur, tidak ada suatu ketentuan mengenai apa yang harus diamati oleh pengamat. Sebelum mulai mengumpulkan data, pengamatnya tidak mempunyai format pencatatan atau ketentuan baku tentang cara-cara pencatatan hasil pengamatan.
Pengamatan yang tidak berstruktur sering digunakan dalam penelitian-penelitian antropologi ataupun dalam penelitian yang sifatnya eksploratori.
b.    Pengamatan berstruktur
Pada pengamatan berstruktur, apa yang hendak diamati telah direncanakan oleh peneliti secara sistematis, sehingga isi pengamatan lebih sempit dan lebih terarah dibanding isi pengamatan yang tidak berstruktur. Dalam mengumpulkan data, peneliti berpedoman kepada format pencatatan atau ketentuan baku yang telah ditetapkan sebelumnya.
8.    Alat-alat Pengamatan
Untuk menambah ketepatan pengamatan, selain dilengkapi dengan alat-alat untuk mencatat, biasanya peneliti juga dilengkapi dengan alat-alat sebagai berikut.
a.    Tape recorder, untuk merekam pembicaraan.
b.    Kamera, untuk merekam berbagai kegiatan secara visual.
c.    Film atau video, untuk merekam kegiatan objek penelitian secara audio-visual.
d.    Buku dan pulpen, untuk mencatat hasil penelitian.
Seorang pengamat tentu saja tidak harus menggunakan seluruh peralatan di atas. Penggunaan alat-alat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan kemampuan peneliti.
9.    Prinsip-prinsip Pengamatan
Untuk memperoleh hasil yang baik, seseorang yang hendak melakukan pengamatan sebaiknya memerhatikan prinsip-prinsip pengamatan sebagai berikut.
a.    Pengamatan sebagai suatu cara pengumpulan data harus dilakukan secara cermat, jujur, dan objektif serta terfokus pada objek yang diteliti.
b.    Dalam menentukan objek yang hendak diamati, seorang pengamat harus mengingat bahwa makin banyak objek yang diamati, makin sulit pengamatan dilakukan dan makin tidak teliti hasilnya.
c.    Sebelum pengamatan dilaksanakan, pengamat sebaiknya menentukan cara dan prosedur pengamatan.
d.    Agar pengamatan lancar, pengamat perlu memahami apa yang hendak dicatat serta bagaimana membuat catatan atas hasil pengamatan yang terkumpul.
PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.
TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.
FUNGSI BIMBINGAN KONSELING
1.    Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2.    Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3.    Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
4.    Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
5.    Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING
•    Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan; (1) non diskriminasi, (2) individu dinamis dan unik (3) tahap & aspek perkembangan individu, (4) perbedaan individual.
•    Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu; (1) kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya, (2) kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
•    Prinsip berkenaan dengan program layanan; (1) bagian integral pendidikan, (2) fleksibel & adaptif (3) berkelanjutan (4) penilaian teratur & terarah
•    Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan; (1) pengembangan individu agar mandiri (2) keputusan sukarela (3) ditangani oleh profesional & kompeten, (4) kerjasama antar pihak terkait, (5) pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran
ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING
1.    Asas Kerahasiaan
2.    Asas Kesukarelaan
3.    Asas Keterbukaan
4.    Asas Kegiatan
5.    Asas Kekinian
6.    Asas Kedinamisan
7.    Asas Keterpaduan
8.    Asas Kenormatifan
9.    Asas Keahlian
10.    Asas Kemandirian
11.    Asas Alih Tangan Kasus
12.    Asas Tutwuri Handayani
PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING
BK merupakan pelayanan psiko-paedagogis dalam bingkai budayaIndonesia dan religius.
Arah BK mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal.
Membantu siswa agar mampu mengatasi berbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat perkembangannya.
VISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan YME, sebagai makhluk individu, dan makhluk sosial dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta.
MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa secara efektif, kreatif, dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam:
1.    Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME;
2.    Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan;
3.    Pengarahan diri ke arah dimensi spiritual;
4.    Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ, dan SQ; dan
5.    Pengaktualisasian diri secara optimal.
TUGAS-TUGAS 
1.    Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME;
2.    Mencapai kematangan dalam hubungan antar teman sebaya, serta peranannya sebagai pria atau wanita;
3.    Mencapai kematangan pertumbuhan Jasmani Sehat;
4.    Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas;
5.    Mencapai kematangan dalam pilihan karir;
6.    Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri baik secara emosional, sosial, intelektual, dan ekonomi;
7.    Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara;
8.    Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni;
9.    Mencapai kematangan dalam etika sistem dan nilai.
LAYANAN ORIENTASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memahami lingkungan yang baru dimasuki, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu
LAYANAN INFORMASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik.
LAYANAN PEMBELAJARAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.
LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (di dalam kelas, kelompok belajar, program studi, program latihan, magang, ko/ekstra kurikuler, dll) sesuai dengan potensi, bakat dan minat, serta kondisi pribadinya.
LAYANAN KONSELING PERORANGAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan masalah pribadi yang dideritanya.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu dan/atau membahas secara bersama-sama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya mereka sehari-hari dan/atau untuk pengembangan diri baik sebagai individu maupun sebagai siswa, dan untuk pengembilan keputusan dan/atau tindakan tertentu.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan masalah yang dialaminya melalui dinamika kelompok; masalah yang dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING
•    Aplikasi instrumentasi bk (tes/ non-tes)
•    Himpunan data (pribadi siswa, prestasi, observasi, absensi, catatan kejadian)
•    Konferensi kasus
•    Kunjungan rumah
•    Alih tangan kasus
APLIKASI INSTRUMENTASI
Kegiatan pendukung BK untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.
HIMPUNAN DATA
Kegiatan pendukung BK untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data perlu diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
KONFERENSI KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai fihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
KUNJUNGAN RUMAH
Kegiatan pendukung BK untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga lainnya.
ALIH TANGAN KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penanganan masalah tersebut

Jumat, 25 Oktober 2019

SOAL UJIAN 1019


SOAL PILIHAN GANDA
MATA KULIAH                   : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
SEMESTER                         : TIGA
KODE MATA KULIAH         :  MKB320304
SKS                                    :  2
DOSEN                               : FATULLAH,MM


1.   Pengaruh budaya terhadap perkembangan psikososial individu dapat ditunjukkan dengan adanya bukti  bahwa budaya ....
A.   mengarah perilaku individu
B.   selalu tumbuh seiring waktu
C.   mengadaptasi kehidupan individu
D.   berubah sesuai dengan kebutuhan individu

2.   Ketidakberhasilan individu dalam mengatasi krisis Intimacy vs Isolation ditunjukkan oleh ....
A.   penyesalan terhadap apa yang tidak dapat dilakukan
B.   kebingungan dalam menentukan keputusan dan pilihan
C.   perasaan terisolasi dan tidak menaruh perhatian terhadap lingkungan
D.   perasaan tidak menyukai diri sendiri

3.   Menurut Rousseau, perkembangan bersifat aktif artinya ....
A.   individu dibentuk oleh faktor lingkungan
B.   perkembangan seseorang diatur oleh diri sendiri
C.   kemampuan individu dapat diramalkan dari kekuatan lingkungan sekitarnya
D.   perkembangan dapat dipercepat atau diperlambat oleh keadaan lingkungan

4.   Pengaruh normatif adalah kejadian ...
A.   yang dialami oleh setiap orang dan berpengaruh baik terhadap kehidupannya
B.   yang dialami oleh kebanyakan orang dalam suatu kelompok
C.   luar biasa yang dihadapi sekelompok orang
D.   yang berpengaruh buruk terhadap kehidupan seseorang

5.   Penekanan Erikson pada identitas ditunjukkan dengan ....
A.   penggunaan metode observasi langsung dalam mempelajari individu
B.   pencarian identitas sebagai fokus perkembangan pada setiap tahap kehidupan
C.   banyaknya artikel yang ditulis mengenai kehidupan orang-orang terkenal
D.   tuntutan kepada setiap individu untuk dapat mengatasi krisis



6.   Keadaan patologis manusia secara umum yang paling baik adalah ....
A.   aktualisasi
B.   kapasitas
C.   kemauan
D.   kebutuhan

7.   Salah satu contoh kebutuhan rasa percaya diri adalah ....
A.   memiliki asuransi kesehatan
B.   menjadi anggota tim basket
C.   memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi
D.   menjadi penari yang terkenal

8.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong anak mengaktualisasikan dirinya adalah ....
A.   meminta anak untuk mengenali sisi kelemahan dari orang lain
B.   membiarkan anak melakukan segala kegiatan yang membuatnya bahagia
C.   merancang kegiatan yang menuntut anak untuk menggunakan kemampuannya secara optimal
D.   memberikan langkah-langkah yang harus dilakukan anak dalam mengatasi masalah secara rinci

9.   Anak resiliensi adalah anak yang mempunyai kemampuan untuk ....
A.   mengatasi keadaan yang berakibat pada terhambatnya perkembangan emosional
B.   menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat
C.   mencari alternatif pemecahan masalah berdasarkan pengalaman
D.   menciptakan hubungan yang baik dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya

10.   Dinda anak ketiga dari keluarga Bu Sukri. Pak Sukri sudah meninggal ketika Dinda dalam kandungan. Untuk menghidupi keluarganya Bu Sukri menjadi buruh cuci, sementara kakak-kakaknya berjualan kue sepulang sekolah. Meskipun beban yang disandang cukup berat, kakak-kakaknya tidak mengeluh dengan keadaan keluarganya. Melihat itu semua, Dinda mencoba membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan di rumah. Dinda dapat berhasil dalam  belajar dan memiliki banyak teman. Illustrasi tersebut menunjukkan bahwa karakteristik Dinda mengatasi beban hidupnya disebabkan oleh faktor ....
A.   pengalaman belajar
B.   kepribadian

C.   keluarga
D.   resiko yang terbatas

11.   Anak yang menonjol dalam kecerdasan natural akan tampak dalam ....
A.   kesenangannya dalam melakukan pengamatan terhadap lingkungan
B.   kepekaannya dalam menilai kelebihan dan kelemahan diri sendiri
C.   ketajamannya dalam melihat pola situasi
D.   kemampuannya dalam memvisualisasikan berbagai ide dan peristiwa

12.   Contoh karakteristik anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang menonjol adalah ....
A.   mampu memainkan lagi dengan ekspresif
B.   selalu berkeinginan membantu orang lain
C.   mudah menjalin komunikasi dengan orang baru
D.   terampil membuat kerajinan tangan

13.   Kegiatan berikut tidak cocok dilakukan oleh guru untuk mengasah kecerdasan verbal-linguistik anak ....
A.   bermain peran tentang ibu atau bapak dan anak
B.   menyanyikan lagu tentang kegiatan sehari-hari
C.   mewarnai gambar yang dibuat sendiri oleh anak
D.   meminta anak membuat cerita sendiri

14.   Kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kecerdasan logika-matematika adalah ....
A.   menyusun puzzle gambar orang
B.   bercerita tentang anak yang cerdas
C.   berdoa bersama sebelum makan
D.   melakukan olehraga dalam posisi membentuk lingkaran

15.   Kegiatan guru yang tidak sesuai untuk mengembangkan kecerdasan visual-spesial adalah ....
A.   membuat kerajinan tangan dari sedotan limun
B.   meminta anak membereskan kembali mainan
C.   menggambar kendaraan yang pernah ditumpangi
D.   bercerita tentang perjalanan yang telah dilakukan

16.   Untuk mengasah kecerdasan gerak tubuh (bodily-kinesthetic) guru dapat merancang kegiatan ....
A.   latihan menari secara berkelompok
B.   membacakan cerita tentang penari terkenal
C.   mengunjungi pertunjukan tari
D.   menunjukkan gambar-gambar tarian daerah

17.   Menurut Piaget, segala sesuatu yang dipelajari oleh individu disusun dalam bentuk ....
A.   skemata
B.   operasi
C.   logika
D.   simbol

18.   Bintang pergi ke kebun binatang bersama pamannya. Ketika melewati kandang Harimau, Bintang berkata, “paman, itu ibunya kucing besar sekali”. Pamannya tersenyum, “itu bukan kucing, tetapi harimau.” ”Tapi kok seperti kucing ya?, kata Bintang. Pamannya kemudian menjelaskan perbedaan kucing dan harimau. Dari ilustrasi tersebut, yang merupakan proses akomodasi adalah ketika Bintang ....
A.   mendengarkan penjelasan Pamannya tentang perbedaan kucing dan harimau
B.   mendengarkan perkataan Pamannya, Itu bukan kucing, tetapi harimau.”
C.   menyebut harimau sebagai ibunya kucing
D.   melihat harimau dalam kandang di kebun binatang

19.   Menurut Piaget, setiap tahap perkembangan bersifat universal artinya bahwa ....
A.   perpindahan dari tahap yang satu ke tahap berikutnya lebih bersifat kualitatif daipada kuantitatif
B.   perubahan pada suatu tahap dipersiapkan dan diperoleh berdasarkan kemampuan yang dicapai sebelumnya
C.   setiap tahap perkembangan memiliki masa persiapan dan masa akhir yang akan dicapai
D.   semua individu di belahan dunia manapun memiliki urutan tahapan perkembangan yang sama

20.   Berikut adalah kemampuan yang telah dimiliki anak pada tahap pra-operasional,kecuali ....
A.    berpikir logis berdasarkan realitas konkret
B.    mengingat peristiwa yang telah terjadi
C.    mengkhayalkan keinginan di masa depan
D.    memprestasikan kejadian secara mental

21. Aspek perkembangan manusia dibagi 3 kelompok, ketiga aspek perkembangan tersebut adalah ....
A.   fisik, kognitif, dan psikososial
B.   motorik, kognitif, dan bahasa
C.   fisik, motorik, dan kognitif
D.   motorik, psikososial, dan emosi

22.   Salah satu contoh perubahan kuantitatif adalah ....
A.   bertambahnya tinggi badan
B.   meningkatnya kemampuan intelektual
C.   berkurangnya kemampuan mengingat
D.   meningkatnya kemampuan psikomotor

23.   Berikut ini adalah inti dari pengertian perkembangan, kecuali ....
A.   perubahan yang terjadi sepanjang rentang kehidupan
B.   perbedaan yang terjadi pada perubahan
C.   kesamaan individu dalam sifat perubahan
D.   pembagian rentang kehidupan ke dalam beberapa periode

24.   Development involves both gain and loss artinya adalah perkembangan ....
A.   berlangsung seumur hidup untuk beradaptasi dengan situasi yang dihadapi
B.   terjadi dalam berbagai dimensi yang saling berinteraksi satu sama lain
C.   dipengaruhi oleh faktor biologis dan budaya yang berubah setiap waktu
D.   berlangsung dalam berbagai konteks yang berpengaruh terhadap kehidupan

25.   Masa dewasa muda ditandai dengan kebutuhan ....
A.   mencari karir dan pekerjaan
B.   membangun karir dan keluarga
C.   menghadapi penurunan kemampuan fisik
D.   belajar mengatasi kehilangan orang yang dicintai

26.   Bu Ina, guru TK Di Sompok, memperkenalkan konsep lebih banyak dan lebih sedikit dengan membuat gambar di papan tulis, Ketika bu Ina bertanya pada Nia tentang baris yang berisi bintang paling banyak, Nia memilih baris b. Illustrasi tersebut menunjukkan bahwa salah satu keterbatasan anak pada tahap pra-operasional adalah ....
A.  ketidakmampuan melakukan konservasi
B.      lebih mempercayai persepsi dibandingkan logika
C.     kebingungan antara kejadian fisik dan psikologi
D. ketidakmampuan membalikkan kejadian

27.   Bicara sendiri, menurut Vygotsky, digunakan oleh anak untuk ....
A.    menyampaikan keinginan
B.    mengekspresikan perasaan
C.    melatih kemampuan berbahasa
D.    mengarahkan perilaku


28.      Lingkungan sosial berperan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak karena menurut Vygotsky ....
A.   proses berpikir berakar dari hubungan sosial yang dialami anak
B.      Lingkungan sosial menuntut anak untuk berpikir sesuai aturan yang berlaku
C.   sebagian besar waktu dihabiskan oleh anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya
D.   setiap lingkungan sosial menuntut perilaku yang berbeda

29.   Berdasarkan konsep Zone of Proximal Development, tingkat kemampuan yang lebih tinggi dapat dicapai oleh anak melalui ....
A.   bantuan orang lain
B.   usaha secara mandiri
C.   pengalaman langsung
D.   pemberian penguatan atau ganjaran

30.   Tujuan utama bermain bagi anak adalah untuk ....
A.   memperoleh kesenangan
B.   menyerap informasi baru
C.   mencapai keinginan
D.   melakukan kegiatan belajar

31.   Menurut teori psikoanalis, kegiatan bermain dapat membantu perkembangan emosi anak karena melalui bermain anak dapat ....
A.   mengekspresikan perasaannya
B.   berlatih menyesuaikan diri
C.   berperan sebagai orang yang dibayangkan
D.   menyalurkan bakat secara positif

32.   Fungsi bermain, menurut Bruner, adalah mengembangkan ....
A.   kreativitas dan fleksibilitas
B.   kemampuan bereksplorasi dan kreativitas
C.   kemampuan memilih dan bereksplorasi
D.   fleksibilitas dan kemampuan bereksperimen

33.   Bu Ita sedang mengajak anak-anak kelas A mengenal buah-buahan, sayuran, dan bunga dengan menggunakan mainan. Bu guru bertindak sebagai penjual dan anak-anak sebagai pembelinya. Setiap anak hanya boleh memilih mainan yang termasuk kelompok buah-buahan, atau sayuran, atau bunga. Kegiatan bermain yang dilakukan Bu Ita tersebut diarahkan untuk mengembangkan aspek ....
A.   emosi
B.   kognitif
C.   bahasa
D.   sosial

34.   Bintang dan Dani sedang asyik bermain dokter-dokteran. Bintang sebagai dokter sedang memeriksa Dani yang dianggap sebagai pasiennya. Ketika Bintang memegang tangan Dani seolah-olah akan menyuntik, Dani pura-pura menangis karena sakit. Kegiatan bermain yang dilakukan Bintang dan Dani merupakan kegiatan bermain pada tahap bermain ....
A.   sendiri
B.   paralel
C.   asosiatif
D.   kooperatif


35.   Manakah dari contoh berikut yang menggambarkan bermain konstruktif?
A.   Reni sedang bermain sepeda roda tiga mengelilingi lapangan bulu tangkis.
B.   Nurul sedang menyusun balok-balok membuat stasiun kereta.
C.   Dengan menggunakan stetoskop mainan, Indah sedang memeriksa bonekanya.
D.   Bintang senang menyelusuri jalur pada gambar, jalan tikus yang ada pada majalah.

36.   Kegiatan guru yang dapat mengganggu kegiatan bermain anak adalah  ....
A.   mengajukan pertanyaan terhadap kegiatan yang dilakukan anak
B.   mengajukan ide dan memperluas wawasan anak
C.   memberikan instruksi sejenak saat ada peluang bagi anak untuk belajar sesuatu yang baru
D.   mengamati kegiatan anak dari jarak dekat

37.   Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam bermain dapat menyebabkan hal-hal berikut, kecuali  ....
A.   waktu bermain anak lebih lama
B.   anak lebih bersifat sosial
C.   permainannya menuntut kemampuan kognitif tinggi
D.   anak bersikap kompetitif dalam bermain

38.   Sekelompok anak sedang bermain peran sebagai pelayan, kasir, dan pembeli. ketika salah seorang anak memesan makanan kepada temannya yang berperan sebagai pelayan, Ibu Ita ikut-ikutan memesan makanan juga. Kemudian Ibu Ita diminta untuk membayar makanan yang dipesannya kepada anak yang berperan sebagai kasir. Illustrasi menunjukkan keterlibatan guru dalam bermain yang berperan sebagai ....
A.   onlooker
B.   stage manager
C.   coplayer
D.   play leader

39.   Metode observasi sangat tepat digunakan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan aspek ....
A.   sosial
B.   kognisi
C.   nilai
D.   fisik

40.   Kecerdasan majemuk (multiple intelligences) adalah kemampuan seseorang dalam ....
A.   berpikir dengan cepat
B.   menyajikan informasi yang kompleks secara sistematis
C.   mengerjakan tes inteligensi
D.   memecahkan permasalahan secara kontekstual