1. Jelaskan apa yang
dimaksud dengan psikologi, tujuan, metode, dan definisi oprasional psikologi.
Jawab :
Secara
etimologi psikologi berarti ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai
gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Psikologi berasal dari kata
Yunani “psyche” yang artinya jiwa dan “logos” berarti ilmu pengetahuan. Psikologi
memiliki tujuan yaitu :
· Menjelaskan
(understanding) : yaitu mampu menjawab apa, bagaimana, dan mengapa perilaku itu
terjadi. Hasilnya berupa deskripsi atau bahasan yang sifatnya member
penjelasan.
· Memprediksi (prediction)
: yaitu mampu memeprediksi dan mendeteksi perilaku apa dan bagaimana yang akan
terjadi berdarsarkan pengetahuan yang dimilikinya.
· Pengendalian (control) :
yaitu mengendalikan perilaku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya
berupa tindakan yang sifatnya pencegahan, intervensi atau treatment serta
rehabilitasi.
Dalam
melakukan penilitiannya psikologi memerlukan data – data, baik data primer
maupun data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian psikologi juga sering
menggunakan metode – metode tertentu.
Berikut
beberapa metode penelitian yang biasa digunakan :
· Kuesioner
Instrumen
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner
(questionnaires). Suharsimi Arikunto (2006:151) menjelaskan angket adalah
sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal – hal yang ia
ketahui.
· Observasi
Dalam
observasi, peniliti mengamati aktivitas sehari – hari individu dan secara hati
– hati melaporkan perilakunya. Dalam observasi individu berperilaku spontan
dalam situasi alamiahnya, maka peneliti lebih percaya diri.
· Interview (wawancara)
Dalam
interview, peneliti mengajukan pertanyaan – pertanyaan dan menganalisis
jawabannya. Melakukan wawancara berarti pewawancara melakukan Tanya jawab
dengan subjek untuk memancing agar subjek mengungkapkan isi hatinya, pandangan
– pandangannya dan lain – lain sehingga pewawancara bias menggali informasi
yang diperlukan.
· Studi Eksperimental
Tujuan
studi pada umumnya adalah untuk menguji hipotesis. Peneliti memeriksa efek dari
variable yang ingin diteliti pada perilaku, melakukan control dan memanipulasi
variable – variable yang di teliti.
Metode
lainnya berdasarkan dilihat lamanya waktu yang diperlukan
yaitu :
· Longitudinal
Metode
ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk
mencapai suatu hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan hari demi hari, bulan
demi bulan, tahun demi tahun untuk mendapat kesimpulan tentang perkembangan
pada suatu aspek yang diteliti dalam kurun perkembangan tertentu. Karena itu
apabila dilihat dari segi perjalanan waktu, penelitian ini adalah secara
vertical.
· Cross-sectional
Apabila
dibandingkan dengan metode longitudinal, metode ini membutuhkan waktu yang relative
jauh lebih cepat dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. Misalnya, untuk
menyelidiki perkembangan emosi anak usia 6 sampai 9 tahun, dengan metode ini,
peniliti tidak perlu membutuhkan waktu 3 tahun tetapi cukup dengan waktu misal
1 tahun. Peneliti cukup menggunakan sampel kelompok anak usia 6 tahun, 7 tahun,
dan 8 tahun.
Definisi
oprasional adalah suatu pembatasan dari sebuah konsep yang dijabarkan dalam
istilah oprasional untuk digunakan mengukur konsep tersebut. Definisi
oprasional sangat berguna ketika kita menjelaskan proses mental, proses yang
tidak bias kita amati. Misalnya bagaimana kita menjelaskan kecemasan,
kecerdasan, sedih, marah, dan bahagia.
Semua konsep tersebut tidak bisa diamati maka dengan menjabarkan konsep tersebut dalam pernyataan (statement) yang dapat di ukur atau definisi oprasional maka kita dapat menyepakati suatu konsep.
Semua konsep tersebut tidak bisa diamati maka dengan menjabarkan konsep tersebut dalam pernyataan (statement) yang dapat di ukur atau definisi oprasional maka kita dapat menyepakati suatu konsep.
2. Uraikan 4
pendekatan dalam bidang psikologi :
· Psikoanalitik
· Behaviorisme
· Kognitivisme
· Humanistik
Tiap
pendekatan harus mengandung uraian risalah mulai dari penggagas awal dan dasar
teorinya sampai pada teori mutakhirnya (modern) boleh di beri ilustrasi untuk
memperjelas uraian.
Jawab :
· Psikoanalitik
Pendekatan
psikoanalitik dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan
individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar sehingga banyak perilaku
yang didasari oleh hal – hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls,
atau dorongan yang apabila ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan
sewaktu – waktu dapat muncul. Freud mengemukakan 3 struktur mental atau psikis
yaitu :
Ø Id adalah dorongan –
dorongan biologis dan berada dalam ketidaksadaran.
Ø Ego adalah pikiran yang
beroperasi menurut prinsip kenyataan yang memuaskan dorongan – dorongan id
menurut cara – cara yang dapat diterima masyarakat.
Ø Superego adalah bagian
dari nilai – nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
· Behaviorisme (perilaku)
Menurut
pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respons atas stimulus
yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R (Stimulus –
Respons ). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku itu seperti reflex tanpa kerja mental
sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan
oleh banyak ahli, seperti B.F. Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
· Kognitivisme
Pendekatan
kognitivisme menekankan bahwa perilaku adalah proses mental, di mana individu
(organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi
stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan
proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
· Humanistik
Merupakan
paham yang mengutamakan manusia sebagai makhluk keseluruhan. Mereka tidak
setuju dengan pendekatan – pendekatan yang lain yang memandang manusia hanya
dari salah satu aspek saja. Manusia harus dilihat sebagai totalitas yang unik,
yang mengandung semua aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk menjadi
dirinya sendiri (aktualisasi diri). Dua tokoh dari pendekatan ini adalah Carl
Rogers yang mengembangkan teknik Non-directive psychotherapy dan Abraham Maslow
yang dikenal dengan teory Hierarki Motivasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar