Kamis, 08 November 2018

PENGANTAR PSIKOLOGI CONTOHNYA UNTUK UTS


1.   Jelaskan apa yang dimaksud dengan psikologi, tujuan, metode, dan definisi oprasional psikologi.
Jawab        :
          Secara etimologi psikologi berarti ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa dan “logos” berarti ilmu pengetahuan. Psikologi memiliki tujuan yaitu : 

·        Menjelaskan (understanding) : yaitu mampu menjawab apa, bagaimana, dan mengapa perilaku itu terjadi. Hasilnya berupa deskripsi atau bahasan yang sifatnya member penjelasan.
·        Memprediksi (prediction) : yaitu mampu memeprediksi dan mendeteksi perilaku apa dan bagaimana yang akan terjadi berdarsarkan pengetahuan yang dimilikinya.
·        Pengendalian (control) : yaitu mengendalikan perilaku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi.
          Dalam melakukan penilitiannya psikologi memerlukan data – data, baik data primer maupun data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian psikologi juga sering menggunakan metode – metode tertentu.
Berikut beberapa metode penelitian yang biasa digunakan :
·        Kuesioner
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner (questionnaires). Suharsimi Arikunto (2006:151) menjelaskan angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal – hal yang ia ketahui.
·        Observasi
Dalam observasi, peniliti mengamati aktivitas sehari – hari individu dan secara hati – hati melaporkan perilakunya. Dalam observasi individu berperilaku spontan dalam situasi alamiahnya, maka peneliti lebih percaya diri.
·        Interview (wawancara)
Dalam interview, peneliti mengajukan pertanyaan – pertanyaan dan menganalisis jawabannya. Melakukan wawancara berarti pewawancara melakukan Tanya jawab dengan subjek untuk memancing agar subjek mengungkapkan isi hatinya, pandangan – pandangannya dan lain – lain sehingga pewawancara bias menggali informasi yang diperlukan.
·        Studi Eksperimental
Tujuan studi pada umumnya adalah untuk menguji hipotesis. Peneliti memeriksa efek dari variable yang ingin diteliti pada perilaku, melakukan control dan memanipulasi variable – variable yang di teliti.
Metode lainnya berdasarkan dilihat lamanya waktu yang diperlukan yaitu          :
·        Longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai suatu hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun untuk mendapat kesimpulan tentang perkembangan pada suatu aspek yang diteliti dalam kurun perkembangan tertentu. Karena itu apabila dilihat dari segi perjalanan waktu, penelitian ini adalah secara vertical.
·        Cross-sectional
Apabila dibandingkan dengan metode longitudinal, metode ini membutuhkan waktu yang relative jauh lebih cepat dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. Misalnya, untuk menyelidiki perkembangan emosi anak usia 6 sampai 9 tahun, dengan metode ini, peniliti tidak perlu membutuhkan waktu 3 tahun tetapi cukup dengan waktu misal 1 tahun. Peneliti cukup menggunakan sampel kelompok anak usia 6 tahun, 7 tahun, dan 8 tahun.
Definisi oprasional adalah suatu pembatasan dari sebuah konsep yang dijabarkan dalam istilah oprasional untuk digunakan mengukur konsep tersebut. Definisi oprasional sangat berguna ketika kita menjelaskan proses mental, proses yang tidak bias kita amati. Misalnya bagaimana kita menjelaskan kecemasan, kecerdasan, sedih, marah, dan bahagia.
Semua konsep tersebut tidak bisa diamati maka dengan menjabarkan konsep tersebut dalam pernyataan (statement) yang dapat di ukur atau definisi oprasional maka kita dapat menyepakati suatu konsep.
2.    Uraikan 4 pendekatan dalam bidang psikologi :
·        Psikoanalitik
·        Behaviorisme
·        Kognitivisme
·        Humanistik
Tiap pendekatan harus mengandung uraian risalah mulai dari penggagas awal dan dasar teorinya sampai pada teori mutakhirnya (modern) boleh di beri ilustrasi untuk memperjelas uraian.
Jawab        :
·        Psikoanalitik
Pendekatan psikoanalitik dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar sehingga banyak perilaku yang didasari oleh hal – hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan yang apabila ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu – waktu dapat muncul. Freud mengemukakan 3 struktur mental atau psikis yaitu :
Ø Id adalah dorongan – dorongan biologis dan berada dalam ketidaksadaran.
Ø Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan yang memuaskan dorongan – dorongan id menurut cara – cara yang dapat diterima masyarakat.
Ø Superego adalah bagian dari nilai – nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
·        Behaviorisme (perilaku)
Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respons atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R (Stimulus – Respons ). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku itu seperti reflex tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F. Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
·        Kognitivisme
Pendekatan kognitivisme menekankan bahwa perilaku adalah proses mental, di mana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
·        Humanistik
Merupakan paham yang mengutamakan manusia sebagai makhluk keseluruhan. Mereka tidak setuju dengan pendekatan – pendekatan yang lain yang memandang manusia hanya dari salah satu aspek saja. Manusia harus dilihat sebagai totalitas yang unik, yang mengandung semua aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk menjadi dirinya sendiri (aktualisasi diri). Dua tokoh dari pendekatan ini adalah Carl Rogers yang mengembangkan teknik Non-directive psychotherapy dan Abraham Maslow yang dikenal dengan teory Hierarki Motivasinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar