- pengertian Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan yang dapat dilihat
melalui tingkah laku. Pendidikan menurut para ahli
- Menurut Jhon dewey:
Adalah proses pembentukan kecakapan-kecapakan fundamental secara
intelektual, emosional kea rah alam manusia.
- Menurut Ruseu: Adalah
memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi
dibutuhkan waktu dewasa.
- Menurut Riarkara:
Adalah kemanusiaan manusia muda atau pengangkatan manusia muda kea rah
insani.
- Menurut Ahmad Manimba:
Adalah bimbingan, pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap
perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya
kepribadian yang utama.
Psikologi pendidikan
adalah pengetahuan yang mempelajari tingkah laku-tingkah laku yang terjadi
dalam proses pendidikan.
Factor-faktor
pendidikan
Menurut Sutari Imam Barnadib, ada 4 macam:
- Tujuan yang hendak dicapai
- Subjek (pendidik dan anak didik yang melakukan pendidikan)
- Lingkungan
- Alat-alat tertentu untuk mencapai tujuan.
Tujuan pendidikan nasional dalam UU No. 2, adalah:
” Mencerdaskan pendidikan bangsa dan mengembangkan
manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa keda Tuhan Yang Maha
Esa serta berbudi luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki keterampilan,
pengetahuan. Kesehatan dan memenuhi rasa tanggung jawab ke masyarakat dan
kebangsaan serta membentuk manusia indonesia yang pancasilais utuh
(paripurna)”.
Tujuan dan peran lembaga pendidikan
- Lembaga pendidikan keluarga berfungsi:
a. Pengalaman pertama pada kanak-kanak
b. Menjamin kehidupan emosional
c. Menanamkan dasar-dasar pendidikan dan moral
d. Meletakan dasar-dasar keagamaan
- Lembaga pendidikan sekolah berfungsi:
- Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang yang memiliki
hubungan hirarkis.
- Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan suatu relatif homogen.
- Waktu pendidikan relatof lama sesuai dengan program pendidikan yang
harus diselesaikan.
- Materi/visi pendidikan lebih banyak bersifat akademis/umum.
- Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawatan terhadap
kebutuhan yang akan datang.
- Lembaga pendidikan masyarakat
- Diselenggarakan dengan sengaja di sekolah
- Peserta umum, mereka yang tidak sekolah
- Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan jangka waktu
tertentu
- Peserta tidak perlu homogen
- Ada waktu belajar dan metode formal melalui yang sistematis
- Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
- Keterampilan kerja sangat diketatkan sebagai jawaban terhadap
kebutuhan peningkatan tarap hidup.
B. Guru Taman Kanak-kanak
Guru adalah penerus kebudayaan dari segi tugas subjek
pendidikan, adalah partisipasi orang tua. Partisipan merupakan peserta lebih
tepat dari pembantu. Tekanan tuagasnya ialah membina dan mengisi intelek,
meskipun ia juga harus berurusan dengan fungsi lain dari integritas manusia.
Guru-guru dengan tugas membina fungsi intelek tidak boleh mengabaikan atau
tidak melihat integritas itu.
Tugas Guru adalah memandaikan, menyampaikan ilmu
pengetahuan dan kepandaian yang biasa diterima oleh intelek, tapi ia juga harus
menjaga supaya pandai/pintar itu tidak semata-mata pintar tetapi ia juga harus
menjadi pintar yang baik dan juga berguna.
Guru sebagai kesatuan menjadi lembaga yang umum
disebut team guru-guru di dalam sekolah. Team guru-guru adalah lembaga
subordinatif dari lembaga sekolah, namun sekolah biasa diidentifikasikan dengan
guru-gurunya.
Guru sebagai sutu teamamat penting karena team itu
sendiri dapat berwibawa mengatasi wibawa oknum guru-gurunya, biarpun
direkturnya. Guru-guru harus menjaga wibawa team dan itu memjaga ”image”
sekolah dalam pendidikan, bahwa guru mempunyai kebebasan yang besar dalam
tugas-tugasnya, sehingga guru-guru itu tidak berfungsi dengan baik.
Para guru memandang teori pioget dapat dipakai
sebagai dasar pertimbangan guru dalam menyusun struktur dan urutan mata
pelajaran di dalam kurikulum. Hunt (1964) mempraktekan di
dalam program pendidikan TK yang menekankan pada perkembangan sensori motoris
dan pre-operasional. Poel (1964) di dalam mengajar berhitung.
Yang penting guru harus mengerti alam pikiran anak
apalagi anak TK yang baru tumbuh dalam masa kanak-kanak, bahwa anak TK akan
lain dengan anak lulusan SD.
Guru harus menelitibahasa siswa denganseksama untuk
memahami kualitas berfikir anak di dalam kelas. Mengenai hubungan antara
tingkat perkembangan konseptual anak dengan bahan pelajaran yang kompleks
menunjukan bahwa guru harus memperhatikan apa yang harus diajarkan dan
bagaimana mengajarkannya. Jadi guru harus dapat menguasai perkembangan kognitif
anak dan menentukan jenis kemampuan yang dibutuhkan oleh anakuntuk memahami
bahan pelajaran itu.
Peran Psikologi Pendidikan Bagi Guru-guru TK.
Sangat penting karena apabila guru tidak tahu/tidak mengerti apa itu psikologi pendidikan, maka guru akan sulit menghadapi anak dalam kegiatan belajar mengajar.
Sangat penting karena apabila guru tidak tahu/tidak mengerti apa itu psikologi pendidikan, maka guru akan sulit menghadapi anak dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam mengajar
guru harus tahu watak dan sifat anak didik, kalau guru tidak mau maka ia akan
sulit menghadapi anak dalam KBM.
Mengajar yang baik bukan sekedar persoalan teknik dan
metodologi bekajar saja untuk menjaga disiplin kelas, guru sering bertindak
otoriter. Nasihat yang sering diberikan, misalnya guru bersikap tenang pada
saat permulaan.
Dalam hal ini
murid mempunyai kesan bahwa dia berurusan dengan guru satu persatu. Murid-murid
bisa membanding-bandingkan guru satu dengan guru lainnya dan pada waktu
tertentu dapat mengadu dombanya karena ada guru yang pandai menarik hati murid,
adapula yang dianggap kejam.
Ada beberapa pengajaran yang telah berlaku dalam
beberapa generasi :
· Guru
harus bersikap tenang, tak berlebih-lebihan dan dingin dalam menghadapi setiap
situasi. Tidak boleh kehilangan akal, marah sekali ataupun menunjukan
kegembiraan yang berlebih-lebihan. Dia harus netral terhadap segala masalah,
dan tidak menunjukan pendapat pribadinya.
· Guru
harus menyukai siswa-siswanya secara adil. Ia tidak boleh membenci dan memarahi
siswa-siswanya.
· Guru
harus memperlakukan siswa-siswanya secara sama, tanpa memperdulikan watak-watak
individual siswa.
· Guru
harus mampu menyembunyikan perasaannya, meskipun terluka hatinya, ia harus
tidak menunjukannya, terutama dihadapan siswa-siswanya yang masih muda.
· Guru
diperlukan oleh siswa-siswanya, karena siswa-siswanya belum dapat kerja sendiri
bertanggun jawab atas kegiatan belajar mereka sendiri di kelas.
· Guru
harus dapat menjawab semua pertanyaan yang disampaikan oleh siswa-siswanya.
Hal ini
menimbulkan pengertian salah tentang guru, sehingga guru menghindarkan situasi
ini dengan tidak mau mengakui kesalahannya atau ketudaktahuannya.
Sesungguhnya guru adalah makhluk biasa. Guru sejati
bukanlah makhluk yang barbeda dengan siswa-siswanya. Ia bukan makhluk yang
sangat hebat. Ia harus dapat berpartisipasi di dalam semua kegiatanyang
dilakukan oleh siswa-siswanya dan yang dapat mengembangkan rasa persahabatan
secara pribadp dengan siswa-siswanya dan tidak merasa perlu merasa kehilangan
kehirmatan karenanya. Rasa was-was, takut dalam keadaan tertentuadalah hal yang
wajar.
Peran sebagai
pendidik memang tidak selaluwaktu aktif dan aktuil. Ada syarat-syarat untuk
dapat berperan sebagai pendidik. Syarat materiil dan syarat
formil.
Syarat materiil ialah sikap jiwa sebagai pendidik: kesadaran subjek sebagi
apa dan siapa dia, dan dengan kekuatan batin menunjukan pengaruhnya kepada anak
didik, menyampaikan tindakan dan pengarahan jiwa ke arah tujuan. Dan itu harus
beresonasi dengan jiwa si anak.
Memang mendidik itu adalah suatu yang sulit dan
halus. Pendidik diharapkan mampu seolah meraba hatinya sendiri dan hati anak
didiknya. Kontak riil ini adalah suatu hubungan yang objektif terlepas dari
keadaan-keadaan subjektif. Proses pertama menurut istilah biasa ialah
adanya kasih sayang di mana jiwa dengan jiwa itu beresonasi.
Kasih sayang memang menghendaki pemurnian yang halus dari unsur-unsur dan
sifat-sifat yang merosot dari pihak pendidik. Memang merupakan suatu kesulitan
bagi pendidik untuk memurnikanjiwanya sendiri dari sifat-sifat dan
kebiasaan-kebiasaan yang merosot yang menyebabkan ia mengalami gangguan untuk
maju dalam proses pendidikannya.
Itu sebabnya di atas dikatakan bahwa tidak selalu
dapat dipelihara peranan sebagai pendidik itu terus menerus. Tetapi dengan
penyadaran diri dan introspeksi akhirnya kita secara halus akan mengetahui
situasi-situasi, momen-momen, saat-saat seorang menjadi merosot kepribadiannya
dari niveue (lapis) human turun ke niveau animal (cacatan
: diri manusia ini mengandung didalamnya 5 lapes yang tetap jalan/bergerak) :
· Lapisan anorganis =
benda mati yaitu isi perut yang menjaga keseimbangan.
· Lapisan vegetatif =
tumbuh-tumbuhan yaitu zat-zat dan badan kita yang tumbuh terus, sehingga badan diri
kita setahun yang lampau umpamanya, bukanlah diri kita (badan kita) waktu kini.
· Lapisan animal,
di mana kita dikuasai oleh gerak-garak otomatis yang tak di sadari.
· Lapisan human,
di mana gerak-gerik itu disenter oleh lampu jiwa yang menydari, menerangi,
mengukur dan menilai (konsientia, insan kamil, hati nurani).
· Lapisan absolut,
yaitu kesadaran yang lebih luas, yang menrmbus keluasan yang tidak hanya
bersifat lingkungan terbatas.
Di sinilah peran yang paling sulit daripada jiwa
seorang pendidik. Praktis ia sebetulnya juga harus mendidik diri, harus conscientious, untuk
bisa secara konsisten menjaga kondisi kemurnian jiwa yang bisa memberi pengaruh
positif secara pedagogis.
Syarat-syarat formil ialah kedudukan-kedudukan yang
di dalamnya telah terkandung fungsu mendidik. Adalah suatu deskrepansi antara
syarat formil dan syarat materiil, bila kita melihat
pengaruh-pengaruh pedagogis itu antara pendidik dan anak didik tidak cocok dan
malah terbalik. Kemunafikan ialah yang membawa banyaknya kesulitan pendidikan.
Namun hal itu adalah wajar, bukan untuk menghibur diri, tapi untuk secara
bersngsur-angsur memperbaiki diri sebagai pendidik.
Kesimpulan
Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari
tingkah laku-tingkah laku yang terjadi di dalam pendidikan. Peran psikologi
bagi guru TK itu sangat penting karena tanpa mempelajari psikologi pendidikan,
guru akan sulit dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan guru
akan sulit untuk mengendalikan diri sendiri. Maka dari itu guru TK harus tahu apa
itu psikologi pendidikan serta guru harus tahu manfaat dalam mempelajari
psikologi pendidikan. Guru adalah orang tua kedua dalam sekolah. Tugas guru
adalah memandaikan, menyampaikan ilmu pengetahuan dan kepandaian yang bisa
diterima oleh anak didiknya. Di dalam kelas guru harus bersikap tenang dan
lemah lembut karena yang diajar adalah anak TK. Bila guru mengajar dengan sikap
otoriter, maka anak akan menilai dan memilih mana guru yang dianggapnya baik
dan guru yang kejam anak akan menghindar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar