Bismillahirrahmanirrahim
Kali ini saya tampilkan referensi untuk mata kuliah dasar-dasar Bimbingan dan Konseling untuk Perguruan tinggi STKIP BABUNNAJAH tahun Akademik 2017/2018
Kali ini saya tampilkan referensi untuk mata kuliah dasar-dasar Bimbingan dan Konseling untuk Perguruan tinggi STKIP BABUNNAJAH tahun Akademik 2017/2018
BAB I
Pengertian Bimbingan
Istilah Bimbingan berasal dari kata Guidance, yang artinya
menunjukkan, memimpin, menuntun, mengatur, mengarahkan, memberi nasehat.
Bimbingan adalah proses membantu orang perorang untuk memehami diri sendiri dan
lingkungan hidupnya.
Bimbingan mempunyai Unsur-unsur
sebagai berikut :
- Proses : mengindikasikan adanya perubahan secara berangsur
angsur dalam kurun waktu tertentu.
- Membantu : Memberikan pertolongan dalam menghadapi dan
mengatasi tantangan atau kesulitan yang dialami seseorang dalam hidupnya.
- Orang-perorang : menunjuk pada individu yang diberi bantuan.
- Maemahami diri : mengenal diri secara mendalam, mencakup
pemahaman terhadap kekuatan dan keterbatasan diri dan potensi dalam
dirinya sehingga dapat membuat tujuan-tujuan dalam hidupnya.
- Lingkungan Hidup : Meliputi segala sesuatu yang menjadi ruang
lingkup kehidupan seseorang.
Bimbingan merupakan bagian
integral dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah, yang ditujukan untuk
membantu mengoptimalkan perkembangan siswa.
Ciri-ciri Bimbingan adalah :
- Berangsur terus menerus
- Berlangsung sejak dini
- Proses pengembangan
- Layanan untuk semua
- Bersifat umum.
Pengertian Konseling
Istialh konseling adalah
terjemahan dari kata Counseling yang mempunyai arti nasehat,
anjuran, pembicaraan. Konseling adalah proses pemberian bantuan oleh konselor
kepada konseli dalam memecahkan masalah hidupnya melalui wawancara dengan
cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu dalam mencapai kesejahteraan
hidupnya.
Unsur-Unsur Konseling :
ü Proses Konseling
ü Konselor
ü Konseli/Klien
ü Terdapat Masalah
ü Melalui Wawancara
ü Pemecahan Masalah.
Sejarah Perkembangan Bimbingan
dan Konseling
Perkembangan Bimbingan dan konseling diawali dengan gerakan-gerakan di Amerika
yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Frank Parsons, Jesse B.Davis, Eli
Wever, John Brewer. Dimulai dengan gerakan bimbingan dalam bidang pekerjaan.
Pada tahun 1908 Frank Parsons mendirikan Biro di Boston untuk membantu individu
(para pengangguran) dalam mencari pekerjaan yang tepat dengan cara mencocokan
karakteristik individu dengan tuntutan atau persyaratan pekerjaan.
Jesse B. Davismemberikan kuliah mengenai bimbingan dan konseling pada tahun
1910-1916. Kemudian kegiatan tersebut dilakukan oleh Eli Wever di New York dan
John Brewer di Universitas Harvard. Mereka termasuk tokoh-tokoh yang
mengembangkan bimbingan dan konseling.
Sejarah perkembangan bimbingan konseling di Indonesia di mulai dalam lapangan
pendidikan . Dalam konferensi FKIP se Indonesia di Malang (1960) diputuskan
bahwa bimbingan dan konseking(yang waktu itu dikenal dengan istilah bimbingan
dan penyuluhan) dimaskkan dalam kurikulum FKIP. Untuk pertama kalinya layanan
bimbingan dan konseling tertuang dalam kurikulum yaitu kurikulum 1975 untuk SMP
dan SMA. Dalam perkembangannya, mulai muncul tulisan-tulisan atau buku-buku
tentang bimbingan dan konseling yang dibuat oleh tokoh-tokoh di Indonesia serta
berbagai kegiatan berkenaan dengan bimbingan dan konseling.
Dalam perkembangannya, jika pada tahun-tahun sebelumnya pelayanan bimbingan dan
konseling terutama diarhkan untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dialami
siswa selama belajar di sekolah, maka sekarang diarahkan pada masa sesudah
pendidikan di sekolah. Sehingga pelayanan bimbingan dan konseling lebih
bermakna sebagai penunjang pada persiapan siswa dalam menghadapi masa depan.
BAB II
Ruang Lingkup
Bimbingan dan Konseling
Tujuan Bimbingan dan Konseling
A. Secara Umum
Membantu siswa mengenal bakat,
minat, dan kemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan
pendidikan dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.
B. Tujuan Khusus
Untuk membantu siswa agar dapat
mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi, social, belajar,
dan karier.
Dalam aspek pribadi :
1.
Memiliki kesadaran diri dan dapat mengembangkan sikap positif
2.
Membuat pilihan secara sehat
3. Menghargai
orang lain
4.
Mempunyai rasa tanggung jawab
5.
Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi (interpersonal)
Aspek Belajar :
1.
Dapat melaksanakan keterampilan/ teknit belajar yang efektif
2.
Dapat menentukan tujuan dan perencanaan pendidikan
3.
Mampu belajar secara efektif
4.
Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam kemampuan menghadapi ujian
Aspek Karier :
1.
Dapat membentuk identitas karier
2.
Dapat merencanakan masa depan
3.
Dapat membentuk pola karier
4.
Mengenali keterampilan, kemampuan, dan minat dalam dirinya.
Fungsi Bimbingan dan Konseling
- Fungsi Pemahaman : Agar siswa dapat memahami diri sendiri
maupun lingkungan, baik lingkungan diri maupun social.
- Fungsi Pencegahan : Upaya agar tidak muncul masalah kembali
dalam proses pengembangannya.
- Fungsi Perbaikan : Di lakukan upaya untuk memperbaiki masalah
yang dihadapi.
- Fungsi Pemeliharaan : Agar keadaan yang telah membaik menjadi
lebih baik.
- Fungsi Pengembangan : Fungsi bimbingan dan konseling dalam
mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki siswa.
- Fungsi Penyaluran : Fungsi bimbingan dan konseling dalam
membantu peserta didik untuk memilih dan memantapkan penguasaan karier
yang sesuai dengan bakat, minat, keahlian dan cirri-ciri keahlian.
- Fungsi Penyesuaian : Membantu agar siswa dapat menyesuaikan
diri (Obyek siswa)
- Fungsi Adaptasi : Fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu
staf sekolah untuk mengadaptasikan program pengajaran dengan minat,
kemampuan serta kebutuhan peserta didik.
Asas-Asas Bimbingan dan Konseling
1.
Asas Kerahasiaan : Segala yang disampaikan siswa kepada konselor harus dijaga
kerahasiaannya.
2.
Asas Kesukarelaan : Dengan suka rela konselor membantu memecahkan masalah. Dan
sehingga konseli ampu menghilangkan rasa keterpaksaannya kepada konselor.
3.
Asas Keterbukaan : Konselor ataupun konseli hendaknya harus dapat bersikap
terbuka.
4.
Asas Kekinian : Layanan bimbingan dan konseling adalah menangani
masalah-masalah yang dihadapi sekarang (kini).
5.
Asas Kemandirian : Menghidupkan kemandirian pada konseli agar tidak tergantung
pada konselor maupun orang lain.
6.
Asas Kegiatan : Memfasilitasi tumbuhnya suasana yang mebawa individu mampu
melakukan kegiatan untuk tujuan yang di harapkan.
7.
Asas Kedinamisan : Menghendaki perubahan tingkah laku pada konseli kearah yang
lebih baik.
8.
Asas Keterpaduan : Memadukan berbagai aspek dari individu yang dibimbing dan
juga mempehatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberian sehingga
tidak bertentangan dengan aspek layanan lain.
9.
Asas Kenormatifan : Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku bagi
individu dan lingkungan.
10. Asas Keahlian : Petugas
bimbingan dan konseling adalah orang yang ahli dalam penyelenggaraan layanan
bimbingan dan konseling.
11. Asas Alih Tangan :
Petugas bimbingan dan konseling hanya menangani masalah yang menjadi kewenangan
yang dimiliki.
12. Asas Tutwuri Handayani
: Layanan bimbingan dan konseling harus dirasakan oleh peserta didik setiap
saat tidak hanya pada saat proses konseling.
Prinsip-Prinsip Bimbingan dan
Konseling
- Bimbingan adalah suatu proses membantu individu (peserta didik)
agar mereka dapat membantu dirinya sendiri dalam memecahkan masalah yang
dihadapi.
- Bimbingan hendaknya bertitik tolak (berfokus) pada individu
yang dibimbing.
- Bimbingan diarahkan pada individu (peserta didik), dan tiap
peserta didik memiliki karakteristik tersendiri oleh karena itu pemahaman
keragaman dan kemampuan peserta didik yang dibimbing sangat diperlukan
dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
- Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh tim pembimbing
lingkungan lembaga pendidikan, hendaknya diserahkan kepada ahli yang
berwenang menyelesaikannya.
- Kegiatan bimbingan/konseling dimulai dengan identifikasi
kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akan dibimbing.
- Bimbingan harus luwes dan fleksibel.
- Program bimbingan dan konseling di lingkungan lembaga
pendidikan harus sesuai dengan program pendidikan pada lembaga yang
bersangkutan.
- Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dikelola oleh orang
yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan, dapat bekerjasama dan
menggunakan sumber-sumber yang relevan didalam maupun diluar
penyelenggaraan pendidikan.
- Pelaksanaan program bimbingan dan konseling hendaknya
dievaluasi untuk mengetahui hasil dan pelaksanaan pogram.
BAB III
Program
Bimbingan dan Konseling Di Sekolah
Perlunya Bimbingan dan Konseling
Di Sekolah
Pencapaian standar kemampuan professional atau akademis dan tugas-tugas
perkembangan siswa memerlukan kerja sama yang harmons antara pengelola dan
pelaksana manejeman pendidikan, pengajaran dan bimbingan karena ketiganya
merupakan bidang-bidang utama dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Sekolah sebagai lembaga yang
menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam
usaha mendewasakan anak dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang
berguna.
Keterkaitan Bimbingan dan Konseling dengan komponen lain dalam pendidikan yaitu
pada proses pendidikan disekolah terdiri dari tiga bidang yang berkaitan secara
integral, yaitu bidang administrasi dan supervisi, bidang pengajaran dan bidang
bimbingan.
Bidang administrasi dan supervise merupakan bidang kegiatan yang
menyangkut masalah administrasi dan kepemimpinan.
Bidang bimbingan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada
peserta didik agar dapat memecahkan masalah yang dihadapi dan memperoleh
kesejahteraan lahir dan batin.
Bidang-Bidang Bimbingan Dan
Konseling
- Bimbingan Pribadi : Bidang layanan pengembangan kemampuan
mengatasi masalah-masalah pribadi dan kepribadian. Program khusus berupa
bimbingan kehidupan remaja, bimbingan kemandirian, bimbingan kehidupan
sehat, dll.
- Bimbingan Sosial : Bidang layanan pengembangan kemampuan dan
mengatasi masalah-masalah social dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
Program khusus berupa bimbingan mengatasi konflik, bimbingan pembinaan
kerjasama, dll.
- Bimbingan Pendidikan : Bidang layanan yang mengoptimalkan
perkembangan dan mengatasi masalah dalam proses pendidikan. Bidang ini
meliputi aspek bimbingan penjurusan, bimbingan lanjutan studi, pengenalan
perguruan tinggi, dll.
- Bimbingan Pembelajaran : Bidang layanan untuk mengoptimalkan
perkembangan dan mengatasi masalah dalam proses pembelajaran. Program
khusu berupa bimbingan belajar efektif, pengembangan bimbingan disiplin
belajar, meningkatkan motivasi belajar, dll.
- Bimbingan Karier : Bidang layanan yang merencanakan dan
mempersiapkan pengembangan karier anak.
Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan
Konseling
- Layanan Orientasi : Layanan yang di tujukan untuk peserta didik
atau siswa baru guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terhadap
lingkungan sekolah yang baru di masuki.
- Layanan Informasi : Layanan yang bertujuan untuk membekali
seseorang dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal
yang berguna untuk kepentingan hidup dan perkembangannya.
- Layanan Penempatan dan Penyaluran : Serangkaian kegiatan
bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyalurkan atau menempatkan
dirinya dalam berbagai program sekolah.
- Layanan Pembelajaran : Layanan bimbingan dan konseling yang
memungkinkan siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.
Untuk emnguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan
belajar.
- Layanan Konseling Perorangan : Layanan yang memungkinkan siswa
memperoleh secara pribadi melalui tatap muka dengan konselor dalam rangka
pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialami siswa tersebut.
- Layanan Bimbingan Kelompok : Layanan bimbingan dan konseling
yang memungkinkan siswa melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai
bahan dari narasumber tertentu. Sumber pembahasan bersifat actual.
- Layanan Konseling Kelompok : Layanan bimbingan dan konseling
yang memungkinkan siswa memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan
permasalahan yang dialami melalui dinamika kelompok. Masalah yang dibahas
adalah masalah-masalah pribadi dari masing-masing anggota kelompok.
- Layanan Konsultasi : Layanan yang diberikan untuk memperoleh
wawasan dan pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam
menangani atau membantu pihak lain.
- Layanan Mediasi : Layanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan konselor terhadap dua pihak yang sedang dalam keadaan tidak
menemukan kecocokan sehingga membuat mereka saling bertentangan . Sehingga
dapat mencapai tujuan yaitu kondisi hubungan yang positif dan kondusif
diantara pihak-pihak yang berselisih.
Kegiatan Pendukung Layanan
Bimbingan dan Konseling
Ø Aplikasi Instrumentasi :
Berupa pengumpulan data dan keterangan tentang siswa dan lingkungan yang lebih
luas yang dilakukan dengan menggunakan berbagai instruman, baik tes maupun non
tes.
Ø Himpunan Data :
Menghimpun seluruh data dan keterangan secara relevan/sesuai dengan
perkembangan siswa. Diselenggarakan secara sistematik, komprehensif, terpadu,
berkelanjutan, dan bersifat tertutup/rahasia.
Ø Konferensi Kasus :
Kegiatan bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh
siswa dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oelh pihak yang terkait.
Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data yang lebih akuratserta menggalang
komitmen pihak-pihak terkait dengan permasalahan yang dialami.
Ø Kunjungan Rumah :
Kegiatan yang dialakukan untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan, dan
komitman bagi pemecahan masalah yang dialami siswa melalui kunjungan ke
rumahnya.
Ø Alih Tangan Kasus
(Referal) : Kegiatan bimbingan dan konseling untuk mendapatkan penanganan yang
lebih tepat dan tuntas terhadap masalah yang dialami siswa dengan memindahkan
penanganan kepihak lain yang lebih kompeten dan berwenang. Bertujuan agar
diperoleh pelayanan yang optimal.
Sumber :
Tri Hariastuti, Retno.
2008. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Surabaya: Unesa University
Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar